Arakawa Under the Bridge

Fuih, akhirnya aku kesempetan nonton ini sampai tamat.

Arakawa Under the Bridge (yang untuk gampangnya berarti ‘di bawah jembatan Arakawa’) adalah seri anime gag comedy keluaran studio SHAFT. Seri ini diangkat dari manga berjudul sama karya pengarang… (aku lupa namanya) dan disutradarai oleh Shinbo Akiyuki yang eksentrik itu.

Kualitas penyajian dan eksekusinya tak perlu diragukan lagi. Penggunaan frame-frame close up, penggunaan filter warna, penggunaan simbolisme(?) aneh ga jelas, semua ciri khas yang ada pada gaya Shinbo tetap ada. Meski demikian, mesti diakui kalau secara garis besar, gaya penyutradaraan Shinbo di seri ini terkesan lebih ‘normal’ daripada biasanya (dibandingkan Bakemonogatari dan seri Sayonara Zetsubou Sensei). Mungkin hal itu dikarenakan tema anime Arakawa ini juga bisa dibilang lebih aneh daripada biasa, sehingga aspek ‘normal’-nya mesti ia tambahkan demi tercapainya ‘keseimbangan’.

‘He’s Frickin Green!’

Ada terlalu banyak adegan komedi bagus/aneh di Arakawa. Jadi aku enggak tega buat ngasih spoiler.

Tapi garis besar ceritanya adalah seputar pengusaha muda jenius yang agak-agak egois bernama Ichinomiya Kou, yang semenjak kecil telah dididik keras oleh ayahnya untuk tidak pernah berutang budi pada orang lain, yang kemudian terjatuh ke sungai Arakawa dari atas jembatan (aku enggak tega nyeritain alasannya kenapa) dan ditolong oleh gadis cantik misterius berambut pirang yang dipanggil Nino-san.

Nah, Kou ini enggak sanggup membiarkan dirinya berhutang budi pada Nino. Baru sesudah dipaksa-paksa, Nino menyebutkan apa yang kira-kira ingin diterimanya sebagai balas budi karena telah menolong Kou. Nino bilang kalau selama ini dia ingin punya pacar, dan jadilah Kou tak punya pilihan lain selain menjadi pacar Nino dan hidup bersamanya di bawah jembatan; mengingat yang namanya kekasih itu selalu bersama-sama bukan?

Tapi Kou kemudian mendapat gelagat buruk tentang peran barunya ini saat Nino dengan cueknya menjelaskan bahwa dirinya adalah ‘pendatang’ yang berasal dari planet Venus, dan karenanya hidup sendiri di bawah jembatan tanpa keluarganya yang lain.

Gelagat buruk yang dirasakan Kou semakin bertambah sesudah ia bertemu sang lurah (aku enggak tega nyeritain lurahnya kayak apa). Sang lurah memberi Kou nama baru sebagai prasyarat untuk tinggal di daerah sungai Arakawa: Recruit, yang seolah mengindikasikan kalau dirinya berada di posisi terbawah dibandingkan para penduduk lain (sebuah penghinaan terhadap ego-nya yang tinggi).

Maka jadilah Kou ‘pindah rumah’ ke bawah jembatan sungai Arakawa. Iapun berkenalan dengan para penghuni lain di bawah jembatan Arakawa yang jelas-jelas bukan manusia normal.

Meski ia diperkenalkan sebagai tokoh yang agak-agak menyebalkan, segala hal aneh yang dilaluinya bersama Nino dan tetangga-tetangganya yang lain secara bertahap mengubahnya menjadi manusia lebih baik.

Sensus Penduduk

Paruh pertama seri membahas tentang perkenalan Recruit dengan tetangga-tetangganya yang baru, yang seringkali dari satu keanehan membawanya ke keanehan yang lain. Karena ceritanya memang ‘aneh’, kelucuan yang ditampakkan seri ini kebanyakan adalah kelucuan karena dihadapkan pada hal-hal absurd. Mulai dari saat Recruit diseret mengikuti misa di gereja di bawah jembatan milik seorang veteran perang bernama Sister, sampai saat Recruit menyadari bahwa di bawah jembatan bahkan ada peternakan, yang diurusi seorang perempuan sadis yang gemar melecehkan orang bernama Maria.

Baru pada paruh kedua seri, karakter ayah Recruit yang pemimpin perusahaan diperkenalkan lebih lanjut, dalam upayanya untuk membangun ulang wilayah di bawah jembatan, yang dengan demikian akan merelokasi para penduduknya ke tempat lain.

Anime ini benar-benar aneh. Jadi besar kemungkinan kau takkan menyukainya bila mengharapkan sebuah tontonan dengan cerita yang ‘jelas’. Tapi semua keanehan di Arakawa tak sampai ke tingkat yang ofensif bagi penonton kok. Bahkan aku yang semula merasa para tokoh tetangganya ini akan menyebalkan jadi terkesan karena hingga akhir seri, aku tak bisa bilang kalau aku bisa membenci mereka.

Season 2 anime ini sudah disetujui dan kini tengah berada dalam proses produksi.

Menonton anime ini, kita akan dibawa ke suatu nuansa surealis yang entah bagaimana membuat kita mempertanyakan makna dan kebenaran norma-norma sosial yang selama ini kebanyakan orang anut. Kilasan-kilasan filsafat yang ditampilkan sebagai pembukanya bisa jadi mengandung makna yang lebih dalam dari yang tersirat.

Soal audio: kualitas musik, pengisi suara, dan latar belakangnya sama sekali tak perlu diragukan. Sakamoto Maaya yang menjadi salah satu seiyuu favoritku mengisi suara Nino, dan sebagainya.

Cukup lumayan bila kau sedang bosan dengan segala tontonan lain yang ada di pasaran.

Penilaian

Konsep: B; Visual: A; Audio: A; Eksekusi: S; Pengembangan: C+: Kepuasan Akhir: A-


About this entry