The Five Star Stories

Tadinya aku menulis ini sebagai artikel yang dikirim untuk suatu majalah. But what the heck. Kumasukin aja ke dalam blogku.

Melalui tulisan ini, aku sebenarnya bermaksud memberikan gambaran tentang seperti apa karya ini. Tapi man, ternyata itu bukan hal mudah. Hasil akhirnya ternyata lumayan berantakan. Silakan dibaca kalau mau.

———————————————————————————————————————————————————————————

The Five Star Stories

review by Alfare

“Namun sudah ada terlalu banyak temanku yang terlanjur hilang. Litra, Ballanche, Aisha, Rogner, Colus III. Lalu Lachesis. Semuanya… hilang…”

Bagi mereka yang hobi membaca-baca majalah Newtype, pasti sudah tak asing lagi dengan judul yang satu ini. The Five Star Stories (kita singkat jadi FSS) gampangnya adalah sebuah manga mecha buah pena Nagano Mamoru yang diserialisasikan di majalah tersebut sejak tahun 1985. Kita sebut ‘gampangnya’ karena FSS terbukti telah menjadi sesuatu yang lebih dari sekedar sebuah ‘manga’. Meski lebih dari dua puluh tahun telah berlalu semenjak penerbitan pertamanya, FSS yang lebih terkesan seperti novel daripada komik ini masih digemari oleh berbagai kalangan penggemarnya hingga sekarang. .Dengan penggemar yang terus bertambah berkat isi kisahnya yang senantiasa mengikuti perkembangan zaman, FSS menuturkan sebuah kisah cinta panjang yang melintasi batas-batas ruang dan waktu, menampilkan tokoh-tokoh yang entah bagaimana pula tak mudah terlupakan begitu saja, serta menggabungkan unsur-unsur fantasi dan fiksi ilmiah sekaligus. Nagano Mamoru sendiri bahkan telah mengatakan bahwa apapun bisa terjadi dalam cerita yang menakjubkan ini. Satu-satunya hal yang membatasi apa yang mungkin muncul hanyalah daftar kronologis kejadian yang telah ditentukannya sebelumnya, yang bila diperhatikan mencakup rentang waktu hingga sepuluh ribu(!) tahun.

Sesuai judulnya, FSS sendiri merupakan serangkaian ‘kisah’ yang berlatar di lima ‘bintang’. Tersebutlah sebuah galaksi bernama Joker yang terdiri atas empat tata surya: Utara, Timur, Selatan, dan Barat, ditambah satu komet(?) dengan orbit agak menyimpang yang dianggap sebagai ‘bintang’ kelima dengan sebutan Stant. Di galaksi ini, umat manusia dilanda peperangan tak berkesudahan yang sudah berlangsung entah semenjak kapan. Lalu ada kasta ksatria yang disebut headdliner, yang menjadi faktor penentu ke arah mana peperangan ini berlangsung. Sebab hanya seorang headdliner-lah, bersama seorang fatima, sosok manusia komputer buatan(!), sebagai pasangannya, yang mampu mengendalikan mecha-mecha raksasa yang disebut Mortarr Headd (MH), alat perang utama yang dianggap sebagai pusaka oleh siapapun yang memilikinya. FSS merupakan jalinan kisah kepahlawanan tentang ksatria-ksatria ini. Tapi meski ada banyak kisah tentang banyak sekali tokoh yang berlangsung dari masa ke masa, semuanya tampaknya akan kembali berpusar pada hanya satu nama, yakni sang dewa cahaya: Amaterasu-no-Mikado yang kelak menjadi penguasa galaksi. Ada terlalu banyak yang bisa diceritakan tentang serial ini. Karena itu, ulasan ini kuharap mencakup hanya hal-hal yang pokok saja.

Akhir Januari, J.C. (Joker Calender) 3960 di Alma. Seminggu telah berlalu semenjak Dinasti Colus jatuh ke kekuasaan pasukan Amaterasu sesudah lama berkuasa atas dua pertiga bagian planet, termasuk Alma…

FSS dibuka dengan duel hidup mati antara Grard Sydmian, sang Ksatria Hitam kelima, bersama fatimanya, Est, dengan menggunakan MH Vatshu the Black Knight, melawan Karrer Crytharis dan fatimanya, Teata, yang menggunakan MH LED Mirage. Meski sebelumnya sudah teramat terdesak, Karrer berhasil menaklukkan sang Ksatria Hitam sesudah pertarungan 65 jam di gurun pasir. Terbaring sekarat, Grard kemudian menyampaikan penghormatan terakhirnya pada Karrer, sesudah pemuda itu mengatakan bahwa berita kemenangannya saja (tanpa potongan kepala) sudah cukup untuk dibawa kepada ‘sang kaisar.’ Setelah Karrer dan Teata meninggalkan mereka, Grard pun mengucapkan kata-kata terakhir pada fatimanya yang tercinta dan, dengan dirundung kesedihan, Est bersikeras bahwa dirinya takkan mencari tuan yang lain lagi. Est berkata bahwa dirinya beserta Vatshu sudah cukup banyak bertarung. Maka merekapun akan menyusul kepergian majikannya, dengan menjalani tidur panjang yang darinya mereka takkan pernah bangun lagi. Sesaat sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir, Grard sempat berpikir bahwa janji mereka pada mendiang Raja Colus telah berhasil mereka penuhi. Suatu saat kelak, Clotho dan MH Jünchoon pasti akan bangkit lagi.

Adegan di atas merupakan adegan yang menandai awal berkuasanya Amaterasu, raja negeri Grees, sekaligus pemimpin konfederasi AKD (Amaterasu Kingdom Demesnes) dari planet ketiga Tata Surya Timur, Delta Belun, atas seluruh galaksi Joker dalam persemakmuran yang dibuatnya sendiri. Tiraninya akan berlangsung lama, dan prolog di atas sebenarnya merupakan episode penutup dari serangkaian cerita yang menggambarkan bagaimana semua ini bermula.

Cerita kemudian beralih ke masa lalu, ke episode yang dapat dianggap sebagai pembuka sesungguhnya dari serial ini, ke tahun 2988 di planet Addler, planet kedua dari Tata Surya Timur yang beriklim kering kerontang. Karena suatu alasan konyol, pesawat yang dikemudikan Ladios Sopp terpaksa melakukan pendaratan darurat di salah satu gurun pasir di sana. Demi bisa sampai ke kota Bastogne di distrik otonomi Rent dalam wilayah kekuasaan Perserikatan Trün yang menjadi tujuannya, Sopp akhirnya menerima uluran tangan dari Voards Viewlard, seorang headdliner yang kebetulan melintas dengan dorrey (kendaraan pengangkut MH) miliknya. Voards berkata bahwa dirinya ditugaskan oleh perserikatan untuk mengawasi acara debut fatima yang akan dilangsungkan di Bastogne, sehingga secara kebetulan mereka memiliki tujuan yang sama. Anehnya, Voards pada saat itu merasa bahwa dirinya pernah mendengar nama Sopp sebelumnya…

Voards kemudian menjelaskan bahwa acara debut fatima merupakan saat berkumpulnya para bangsawan dan headdliner dari seluruh penjuru galaksi. Acara tersebut dilangsungkan untuk menentukan siapa saja headdliner yang pantas menjadi majikan bagi fatima-fatima yang baru mencapai kedewasaannya. Fatima merupakan suatu bentuk kehidupan artifisial yang diciptakan untuk membantu headdliner dalam urusan komputerisasi teknis dan navigasi saat mengendalikan MH. Secara fisiologis, mereka hampir tak ada bedanya dengan manusia. Pada umumnya berwujud perempuan berusia muda, meski ada pula fatima berwujud lelaki dan anak-anak. Dalam debut yang akan dilangsungkan di Bastogne tersebut, fatima yang akan ditampilkan adalah dua mahakarya terakhir Dr. Chrome Ballanche, salah satu fatima meight (pembuat fatima) terhebat yang pernah galaksi miliki. Karenanya, acara ini diyakini akan menarik perhatian banyak kalangan.

Sesampainya di Bastogne, Sopp yang datang untuk mengunjungi seorang kawan lama kemudian berpisah dari Voards. Voards berkata pada Sopp bahwa dirinya untuk sementara akan tinggal di kediaman sang penguasa Rent, karena itu sesekali nanti Sopp harus datang mengunjunginya. Tapi di Bastogne, ternyata kawan lama yang akan Sopp kunjungi tidak lain adalah Dr. Chrome Ballanche sendiri! Ballanche menjelaskan bahwa alasan ia secara khusus memanggil Sopp sesudah sepuluh tahun adalah untuk melindungi dua ‘putri’ ciptaannya: fatima Clotho dan Lachesis, yang dijadwalkan akan tampil dalam debut yang Voards bicarakan.

Ballanche kemudian berkata bahwa tiga fatima mahakaryanya yang terakhir itu: Clotho, Lachesis, dan Atropos, berbeda dari fatima manapun yang sebelumnya pernah ada. Setiap fatima yang telah mencapai kedewasaannya diharuskan mengikuti debut untuk memilih majikan yang dipandang pantas bagi diri mereka. Namun ‘memilih majikan’ bukanlah urusan yang mudah dilakukan bagi Clotho dan Lachesis, karena keduanya tidak mendapat kendali pikiran. Secara hukum, fatima yang tidak mendapat kendali pikiran dipandang sebagai ancaman dan harus dihancurkan, dan Ballanche karena suatu alasan ternyata tidak menerapkan kendali pikiran pada tiga mahakaryanya yang terakhir! Atropos sendiri, ‘kakak’ Clotho dan Lachesis yang mencapai kedewasaan setahun sebelumnya, dibiarkan kabur oleh Ballanche sebelum sempat menjalani debut. Apabila sampai akhir acara tersebut Clotho dan Lachesis tidak berhasil memilih majikan bagi diri mereka sendiri, secara hukum mereka akan ditetapkan menjadi milik penguasa wilayah di mana mereka bermukim, yaitu Duke Juba Bardaim, penguasa Rent yang berperilaku menyimpang. Sebagai ‘ayah’, Ballanche tidak sudi jika hal itu sampai terjadi. Karenanya ia meminta bantuan Sopp untuk memastikan kedua putrinya itu mendapat pasangan headdliner yang pantas bagi diri mereka. Sopp yang tidak pernah percaya diri dalam berurusan dengan fatima, dengan berat hati menerima permohonan tersebut.

Sopp, yang ternyata merupakan seorang meister (perancang/mekanik MH) ternama (alasan mengapa Voards merasa pernah mendengar namanya sebelumnya), kemudian melamar kerja di tempat kediaman Duke Juba. Di pesta yang mendahului prosesi debut, Sopp dan Voards kemudian berjumpa kembali. Pesta itu dihadiri bermacam kstaria dan penguasa dari berbagai negara. Di sana keduanya menyaksikan secara langsung bagaimana Amaterasu-no-Mikado, penguasa Delta Belun, secara menakjubkan melerai perselisihan di antara dua orang bangsawan. Voards kemudian menyinggung sedikit tentang kelompok Mirage Knights yang senantiasa mengawal Amaterasu, yang memancing kecurigaan Sopp karena tak sesuai dengan penampilannya yang ogah-ogahan, Voards tampaknya tahu lebih banyak dari yang semestinya diketahui headdliner rendahan seperti dirinya. Mencoba mengalihkan pembicaraan, Voards kemudian mengajak Sopp untuk melihat MH miliknya, Brandzi. Tapi pembicaraan mereka terputus saat terjadi keributan akibat Clotho yang melarikan diri.

Clotho, salah satu fatima yang ingin Sopp lindungi, kabur ke kota Betolca atas nasihat kakaknya demi mencari perlindungan Dr. Morard Carbyte, fatima meight kolega Dr. Ballanche. Sebagai seorang fatima yang berjalan sendirian, ia diserang segerombolan berandalan yang ingin memanfaatkan dirinya. Tapi ia diselamatkan oleh headdliner sekaligus kaisar Dinasti Trio Dé Colus dari Jüno, Colus III, yang kebetulan berada di sana untuk menyelidiki apa yang terjadi. Saat Sopp dan Voards tiba, mereka bertiga menyaksikan bagaimana Clotho yang baru siuman seketika melihat bayangan wajah orang yang ingin diakuinya sebagai majikan di wajah Colus. Colus menduga bahwa ini mungkin berarti bahwa orang yang ditakdirkan menjadi majikan sejati Clotho akan muncul dari salah seorang anak keturunannya yang belum lahir. Atas pertimbangan ini, dengan persetujuan Sopp, Colus kemudian menerima permohonan Clotho untuk menampungnya sebagai fatima dan memberinya perlindungan.

Inilah kisah tentang sang dewa cahaya, Amaterasu, beserta permaisurinya, Lachesis, yang berjaya dari sebuah masa penuh peperangan yang melanda empat tata surya…

Urusan Clotho ternyata terselesaikan berkat campur tangan tak terduga dari para Mirage Knights milik Amaterasu dan kesaksian Voards sebagai wakil pemerintahan Trün. Kini, tinggal menolong Lachesis yang masih terkekang di Bastogne. Hanya saja, berkenaan urusan ini, Sopp ternyata dilanda kebimbangan. Sopp yang dulu ikut membesarkan fatima-fatima buatan Ballanche kemudian terkenang akan saat ketika Lachesis mengajukan dua buah permintaan padanya. Lachesis yang telah lama mencintai Sopp pernah meminta agar kelak setelah dirinya dewasa, Sopp akan meminangnya dan menjadi majikannya. Lachesis juga meminta agar kelak Sopp membuatkan sebuah MH dari bahan emas khusus untuk mereka berdua, di mana di hadapannya kelak mereka akan menikah. Akibat suatu alasan,

Sopp ternyata selama ini memendam keraguan akan dua permintaan yang telah terlanjur diterimanya itu. Karena suatu rahasia yang belum terungkap pada titik ini, Sopp merasa lebih baik dirinya tak menerima cinta Lachesis. Tapi saat ia hendak pergi diam-diam meninggalkan Bastogne dan menyerahkan urusan Lachesis pada kedua teman barunya, roh Mecorr Litra, mendiang istri Sopp yang pertama, tiba-tiba saja muncul dan meneguhkan tekadnya.

Sopp akhirnya muncul tepat waktu di acara debut sesudah Lachesis menolak semua headdliner lain yang hadir di sana. Melihat kehadirannya, seketika pula Lachesis kemudian memeluk Sopp dan menyatakan dirinya sebagai majikannya. Juba akhirnya menyadari adanya sesuatu yang tak beres, dan menyuruh agar mereka berdua ditangkap dan dihukum mati. Sopp dan Lachesis berhasil kabur meninggalkan Bastogne menggunakan kendaraan dig berkat perlindungan semua yang hadir di sana. Namun Juba dan anak-anak buahnya dengan gigih mengejar menggunakan air dorrey. Sopp dan Lachesis akhirnya terdesak sampai ke gurun pasir. Tetapi di sana pulalah Sopp rupanya telah menyembunyikan mahakarya terbarunya: Knight of Gold (KoG), Mortarr Headd emas yang telah dijanjikannya pada Lachesis dan membuka identitasnya sebagai seorang ksatria. Menggunakan KoG, Sopp dan Lachesis berhasil mengalahkan kedua MH pengejar milik Juba. Riwayat Juba sendiripun tamat dengan satu tembakan dahsyat dari buster launcher milik KoG ke air dorrey yang ditumpanginya.

Ballanche yang hendak dieksekusi oleh tentara Juba diselamatkan oleh para Mirage Knights. Voards menggunakan kesempatan ini untuk mendapatkan bukti yang bisa mengakhiri masa pemerintahan korup Juba karena Voards ternyata tak lain adalah Mission Rouath, presiden dan pemimpin tertinggi Republik Federal Trün, yang selama sepuluh tahun terakhir telah menghilang. Pasangan misterius bertudung hitam yang selama ini diam-diam mematai Sopp terungkap sebagai Falk U Rogner, sang komandan para Mirage Knights, beserta fatimanya, Eatta. Rupanya merekalah yang telah mengatur para Mirage Knights untuk bertindak sesuai kebutuhan Sopp. Sosok Amaterasu yang selama ini hadir di muka umum dan kini ada di hadapan Ballanche pun ternyata sesungguhnya adalah penyamaran lihai Aisha Codante, perdana menteri Grees, kepala administratif AKD, sekaligus tangan kanan langsung Amaterasu yang asli, yang hadir di Bastogne sebagai wakil atasannya. Tatkala Sopp mencium Lachesis dan menyatakan cintanya, berubahnya warna rambut Sopp dari pirang ke keperakan akibat memudarnya hormon yang ia gunakan membuat Lachesis akhirnya menyadari siapa identitas Ladios Sopp yang sebenarnya….

“Tachi milikku akan mengingat daging dan tulangmu… Tahta yang kududuki telah meminum darahmu…Tangan kanan ini akan senantiasa berada di sisiku selama aku hidup… Bukti dari keksatriaan yang telah kau perlihatkan…”

Headdliners

Jenis manusia istimewa dengan kemampuan fisik yang JAUH melebihi manusia kebanyakan, pewaris gen-gen superior para penjelajah angkasa di masa silam. Yang terhebat di antara mereka, dengan darah terkutuk mereka yang kental, dikenal dengan istilah chevalier

Ladios Sopp (Amaterasu-no-Mikado)

Meister legendaris berusia lebih dari 900 tahun yang sebenarnya adalah Amaterasu setiap kali pergi berkelana. ‘Sopp’ merupakan nama panggilan Amaterasu sewaktu muda, sedangkan ‘Ladios’ mengacu pada paras cantiknya yang menyerupai paras wanita (lady). Sifatnya kekanakan, konyol, dan pemalu. Berkebalikan dengan sifatnya sebagai Amaterasu yang dingin, elegan, bahkan cenderung tak berbelas kasihan. Tapi kepribadiannya yang sesungguhnya teramat kompleks, sebab ia memiliki kehidupan abadi sebagai dewa, kekuasaan sebagai kaisar, kemampuan berpedang sebagai headdliner, dan kemampuan supernatural sebagai diver sekaligus! Bagaimana bisa ia memiliki semua ini masih menjadi teka-teki. Bahkan ibunya, Ratu Gress terdahulu, Amaterasu-no-Mikoto sendiri pun tak sepenuhnya mengerti. Hanya saja, tampaknya Amaterasu selama hidupnya telah ditakdirkan untuk terus mengalami ‘evolusi’ hingga disadarkan akan keberadaannya sebagai seorang ‘dewa’. Karena itulah, emosinya cenderung labil dan mentalnya seringkali rapuh.

Meski di kepalanya sudah lama tersimpan hampir semua pengetahuan yang ada di alam semesta, tak sampai secuil dari semua pengetahuan itu bisa ia pahami. Karenanya sewaktu muda, meski sudah berkekuatan dahsyat, Amaterasu tumbuh menjadi pribadi pendiam yang tak memiliki emosi. Namun semenjak kematian Litra, mengingat kehidupan abadi yang akan ia jalani, tampaknya ia mulai dibayang-bayangi ketakutan akan ditinggal mati oleh orang-orang yang ia cintai. Ambisinya yang terbesar adalah untuk menghapus semua peperangan dari muka galaksi, meskipun ia sampai harus menodai tangannya sendiri demi mewujudkan hal ini. Ia juga berkeinginan untuk menghapus praktek perbudakan fatima, dan ia sempat bercita-cita menciptakan MH yang tak memerlukan keberadaan fatima. Namun seiring dengan waktu, tampaknya cara pandangnya untuk mencapai hal tersebut mulai berubah… dan ya, sampai kapanpun, sepertinya Sopp akan selalu dikira sebagai wanita.

Perlu diperhatikan bahwa meski Sopp memiliki kemampuan ksatria dan diver force sekaligus, Sopp sebenarnya bukanlah keduanya. Apa Sopp sesungguhnya merupakan salah satu misteri terbesar yang disajikan dalam seri ini.

Voards Viewlard (Mission Rouath)

Headdliner pemalas, nakal, dan serampangan ini sebenarnya adalah presiden negeri Trün yang tengah berkelana bersama partner fatimanya, salah satu mahakarya Ballanche yang lain, Mequra (nama asli: Megaella). Asal mula bagaimana mereka berdua bisa sampai berhubungan diyakini berpeluang memicu skandal dalam pemerintahan. Karenanya, Mission disuruh ‘menghilang’ dulu untuk sementara waktu, dan ia akhirnya berkelana keliling galaksi sebagai agen pemerintah bernama Voards Viewlard. Sudah sepuluh tahun ia dan Megaella menjalani berbagai petualangan konyol bersama. Hanya saja, libur panjangnya itu secara tak langsung menyebabkan naiknya orang-orang brengsek seperti Juba ke tampuk pemerintahan. Maka kini mereka juga berkelana demi memperbaiki keadaan tersebut.

Kemampuan Mission sebagai headdliner sebenarnya bangkit sangat terlambat. Karenanya, keluarganya yang dulu terhormat sampai kehilangan pamor dan Mission tumbuh dengan dikucilkan kerabat-kerabatnya sendiri. Tapi berkat kerja keras terus-menerus, ia akhirnya menjabat sebagai orang nomor satu di pemerintahan dan menjadi salah satu ksatria terhebat di seluruh galaksi. Sejumlah fatima meyakini bahwa diirnya merupakan reinkarnasi Nakkandrah View “Ned” Swans, chevalier legandaris dari zaman kekaisaran-super Farus Die Kannarn, yang bahkan diakui sebagai ‘tuan’ oleh keempat fatima generasi pertama. Kelak dirinya sepertinya akan bereinkarnasi lagi sebagai Wey Rouath, yang akan menjadi rekan seperjuangan Label Judah dalam melawan tirani Amaterasu.

Colus III

Raja Dinasti Colus yang merupakan sahabat dekat fatima meight Dr. Morard, sekaligus murid langsung dalam hal ilmu pedang dari Roados Dragoon, sang Ksatria Hitam kedua. Di samping masalah perbatasan dengan negara tetangga Hagooda, ia juga memiliki masalah dalam rumah tangganya sendiri karena meski sudah memiliki seorang putri, hubungannya dengan permaisurinya, Elmelah Colus, kurang begitu baik. Hal ini disebabkan karena bahkan sebelum mereka berdua bertemu, Colus sudah terlanjur mencintai fatima Ulicul yang menjadi partnernya. Meski demikian, hal ini kemudian menjadi sesuatu yang harus dijalaninya mengingat sebagai raja, Colus harus memiliki seorang anak sebagai penerus tahta (fatima tak bisa menghasilkan keturunan).

Colus akhirnya wafat sebagai pahlawan di tangan Vralgo Kentauri, salah satu ksatria Kneue Syltiss dari Kekaisaran Fillmore di planet Kallamity Godarce yang terletak di Tata Surya Utara, yang merupakan musuh lamanya sewaktu muda. Meski demikian, dendamnya dengan segera terbalaskan oleh Clotho dan MH Jünchoon yang kemudian menjalani tidur panjang tak lama sesudah berakhirnya pertempuran. Diyakini bahwa ia dan Ulicul kelak akan terlahir kembali sebagai Label Judah (Colus VI) dan kekasihnya, Daizina Meistner(manusia…?), yang bersama-sama akan memimpin pemberontakan menentang dominasi Amaterasu.

Colus juga merupakan orang pertama yang menyadari bahwa Lachesis merupakan sesuatu yang ‘lebih’ dari sekedar fatima, suatu hal yang bahkan baru Amaterasu sadari cukup lama kemudian.

Decors Weissmel

Seorang Headdlner kejam yang disebut-sebut sebagai keponakan Juba, kelakuannya sama menyimpangnya dengan kelakuan ‘paman’-nya. Ia ternyata selamat dari pertemuannya dengan KoG. Lalu meski sukar dipercaya, dialah yang nantinya mengalahkan Roados Dragoon dan ditunjuk Est sebagai Ksatria Hitam ketiga.

Fatimas

Partner para headdliner, ko-pilot MH, bentuk kehidupan buatan yang melebihi manusia dalam segala aspek, buah ambisi Dr. Uranium Balance…

Lachesis

Salah satu dari Destiny’s Three Fates, Fatima Fortune Lachesis merupakan mahakarya Ballanche ke-44. Sifatnya pengasih, ceria, sedikit usil, dan selalu ingin tahu. Tapi sama halnya dengan Amaterasu, ia juga menyembunyikan sisi dingin dan tegas yang dimilikinya, dan perlahan iapun tersadarkan akan wujud aslinya sebagai sang dewi takdir. Kelak, ia akan terlempar bersama KoG menembus dimensi ruang dan waktu sesudah pertempuran terakhir di Kallamity Godarce, dan baru dipersatukan kembali dengan Amaterasu pada tahun 7777 J.C. di planet Fortune, yang sampai kini masih jelas persisnya terletak di mana. Meski Nagano-sensei dalam suatu tabel perbandingan kekuatan pernah menempatkan level kekuatan Lachesis di posisi yang lebih rendah dari seekor kucing, Lachesis telah memperlihatkan kecemerlangan fisik setaraf chevalier dan serangan-serangan sihir dahsyat ala diver force, meski nampaknya kekuatannya ini masih belum sepenuhnya bisa ia kendalikan (karena pinjaman?). Nantinya, putri yang terlahir(!) dari hasil pernikahannya dengan Amaterasu, Kallen, akan menjadi semacam pembimbing bagi umat manusia(?) baru dari galaksi Taika, lama sesudah era keemasan galaksi Joker berakhir.

Ia-lah yang secara khusus meminta pada Ballanche agar dibuatkan tubuh yang serupa dengan tubuh Sopp. Saat ayahnya itu menjelaskan bahwa Sopp sudah bukan lagi seorang manusia dan kelak akan hidup selamanya, Lachesis dengan polosnya menjawab “Karena terus hidup sendirian sampai ratusan, ribuan, bahkan puluhan ribu tahun pasti membosankan ‘kan? Kalau dia punya aku, dia jadi tak perlu sendirian lagi. Berdua pasti bisa jauh lebih bahagia daripada cuma sendiri!”

Atropos

Salah satu dari Destiny’s Three Fates, Fatima Fates Atropos merupakan mahakarya Ballanche ke-43. Ia terbangun setahun lebih awal dalam kedewasaan dari kedua adiknya. Karena tak mendapatkan kendali pikiran—yang membuatnya mematuhi perintah semua manusia manapun serta mengakui headdliner cakap manapun di hadapannya sebagai majikan—Atropos dengan segera dilanda keputusasaan berkenaan nasib yang dijalani ‘saudari-saudari’-nya. Akibatnya, Atropos kemudian membenci ayahnya karena apa yang telah ia lakukan, yang sekaligus telah memberi Atropos kemampuan untuk membantu mengubah takdir orang lain.

Sesudah melarikan diri dari Addler, ia didapati tengah mengembara di planet Both, Tata Surya Barat, sebagai headdliner dengan nama AT. Sebagian besar masa hidupnya nantinya dihabiskan dengan berkelana bersama Suezho, ‘bayi’(?) LED Dragon (tolol) yang Sopp titipkan padanya, dengan kedua unta mereka yang tersayang. Ia menguasai sebagian ilmu pedang yang dimiliki sword saint Dougulus Kaien, yang diajarkan roh kakak tertuanya, Queen, fatima mahakarya Ballanche yang pertama, yang juga pernah menjadi mitra Kaien. MH Auge Arusqul buatan Sopp yang terbengkalai juga entah bagaimana telah jatuh ke tangannya. Pokoknya, Atropos benar-benar telah menjadi seorang figur ‘kakak perempuan’ yang mandiri.

Clotho

Salah satu dari Destiny’s Three Fates, mahakarya Ballanche ke-45 sekaligus terakhir. Secara statistik, dirinya merupakan fatima terkuat yang pernah dimiliki galaksi, bahkan sebelum ia memiliki pengetahuan apapun tentang teknologi atau cara pengoperasian Mortar Headd. Ikatan emosional yang dimilikinya dengan MH Jünchoon juga semakin mempertegas kehebatan yang ia punya. Kemampuannya sedemikian dahsyat sampai-sampai ia sanggup secara telepatis ‘membujuk’ MH yang sedang dikemudikan orang lain untuk bergerak menuruti kebutuhannya sendiri.

Ironisnya, di sisi lain pula, Clotho merupakan fatima yang paling membenci konflik dan pertempuran. Sesudah wafatnya Colus III di tahun 2989, ia disegel bersama Jünchoon di suatu tempat rahasia, menanti tibanya saat ia dibangunkan kembali oleh majikannya yang sejati. Ia dan kedua saudarinya memiliki kemampuan untuk melihat kejadian-kejadian yang akan datang dan telah lampau dalam ukuran yang melebihi kapasitas diver manapun. Meski begitu, terlebih sesudah menyadari alasan sesungguhnya mengapa ia diciptakan, Clotho kemudian merasa terbebani oleh keistimewaan-keistimewaan yang dimiliknya tersebut dan memilih untuk menjalani tidur panjang.

Est

Mahakarya Dr. Morard yang diciptakan sebagai suatu bentuk percobaan untuk menghubungkan satu fatima dengan hanya satu MH. Hasilnya adalah Est, yang untuk selamanya terikat dengan MH Vatshu the Black Knight. Berbeda dengan fatima lain yang memilih majikan berdasarkan kesesuaian mereka terhadap dirinya, Fatima Fates Est akan memilih majikan berdasarkan kesesuaian mereka terhadap Vatshu. Headdliner yang terpilih olehnya akan bergelar Ksatria Hitam dan saat tak ada seorangpun yang bisa ia pilih, suatu program rahasia di dalam dirinya akan bekerja untuk melatih headdliner-headdliner muda demi mewujudkan potensi mereka. Di balik sikap lemah lembutnya, dengan segudang pengalaman yang ia punya serta kesesuaiannya yang tak tercela dengan Vatshu, Est merupakan salah satu fatima paling berbahaya yang pernah ada.

Rivalnya ialah Teata, fatima milik keluarga Crytharis dari AKD yang diciptakan secara khusus oleh Ballanche untuk menjadi tandingan bagi Est. Hal yang tragis ialah bahwa selama berlangsungnya konflik di Jüno pada tahun 2989, Est dan Teata dengan cepat telah menjadi sahabat akrab. Tapi meski begitu, kenyataan bahwa kelak mereka akan saling berhadapan tetap tak berubah.

Est memiliki kepribadian lain bernama Vatsher pada saat tak ada Ksatria Hitam yang aktif. Mungkin karena pengaruh kendali pikirannya, sifat Est juga tampaknya bisa berubah bergantung pada siapa Ksatria Hitam yang terpilih menjadi pasangannya.

Divers

Segolongan manusia rahasia yang dianugerahi kekuatan serupa sihir akibat bermacam modifikasi genetis di masa lalu. Terdapat beberapa jenis kekuatan diver, dan mereka yang menguasai lebih dari satu jenis kekuatan dikenal dengan sebutan diver force…

N.E.I.N (The Blazing Empress)

Pemimpin terakhir kekaisaran-super Farus Die Kannarn sekaligus diver force terhebat sepanjang masa. Ia pulang ke Joker dari penjelajahannya ke Ill Stant menjelang akhir masa penanggalan A.D., (beberapa ratus tahun sebelum dimulainya masa penanggalan J.C.), dan mendapati negerinya dilanda kekacauan. N.E.I.N. memegang peranan penting dalam FSS karena telah mewariskan sejumlah hal yang nantinya ikut menentukan masa depan galaksi, di antaranya ialah darah murni para chevalier serta chip ‘keabadian’ Daughter yang nantinya digunakan oleh Rogner dalam pengabdiannya pada Amaterasu. Hingga kini, rohnya dan roh ratu-ratu lain dari negerinya menjadi semacam penasihat bagi setiap penerus Kekaisaran Suci Led A-toll, pemerintahan terselubung yang dibentuk oleh para keturunan Farus Die Kannarn, yang merupakan sisi lain negeri Hathuha yang berada di planet Both. Kabar burung yang menyebutkan bahwa siapapun yang berhasil menguak rahasia Stant akan menjadi penguasa galaksi kemungkinan berasal dari zamannya.

Di-Barrow

Perdana menteri tua dari negeri kecil Seable di planet Both, yang pemerintahannya ia kuasai dengan kekuatan diver. Dalam salah satu episode terpenting FSS, upayanya untuk merebut Air Kehidupan yang dimiliki Suezho nyaris menelan nyawa Sopp dan membawa kehancuran bagi AKD. Kemunculannya merupakan pertanda awal akan datangnya kembali Dis Bosjathfort, penyihir mengerikan yang menjadi musuh lama Amaterasu-no-Mikoto, yang sebelumnya pernah dibuang Sopp muda ke dimensi lain.

Others

Manusia-manusia biasa yang dengan kerja keras dan keyakinan akhirnya berhasil mempengaruhi takdir…

Dr. Chrome Ballanche

Fatima meight legendaris yang menciptakan empat puluh lima mahakarya dan ratusan fatima berkualitas tinggi lainnya, meliputi Lachesis dan saudari-saudarinya. Ia merasa risetnya tentang fatima telah mencapai puncaknya dan takkan pernah mengalami kemajuan lagi, sampai ketika ia menjumpai seorang gadis bernama Ladios Sopp (ya, ‘gadis’, dan ini bukan salah ketik). Keberhasilannya menguak rahasia kelahiran Sopp berujung pada perkembangan lebih lanjut pada fatima-fatima yang ia ciptakan. Hampir semua mahakaryanya yang terkini mengandung semacam rahasia di dalamnya, dan meskipun sudah memperpanjang usianya dengan berbagai macam cara, Ballanche tak hidup cukup lama untuk bisa sempat dimintai keterangan. Ballanche sampai dikucilkan dari komunitas akademisnya karena dipandang keji dan amoral. Tapi sama seperti Sopp, semuanya ia lakukan demi menghapus penindasan yang masyarakat galaksi lakukan terhadap ‘putri-putri’-nya yang tersayang.

Selain sebagai fatima meight, Ballanche juga seorang insinyur jenius. Kapal induk Baal Creal dan The Will milik AKD merupakan sebagian dari hasil rancangannya.

“Kini giliran kami para headdliner untuk mengambil alih. Semua pengorbanan yang telah kalian lakukan takkan dibiarkan sia-sia.”

Mortar Headds

Mampu bergerak dengan kecepatan cahaya, memiliki tenaga penggerak yang hampir tak terbatas, alat perang paling mengagumkan yang pernah jatuh ke tangan manusia (meski begitu, karena sejumlah kendala yang MH miliki, media perang konvensional seperti pasukan infantri, tank, dan pesawat tempur masih tetap digunakan kok). Jenis MH langka yang berasal dari masa lalu, yang memiliki keluaran yang jauh melebihi kebanyakan MH di masa kini, dikenal dengan istilah Machine Messiah…

Knight of Gold

MH pribadi milik Amaterasu dan Lachesis yang Sopp ciptakan untuk memenuhi janji, semacam versi khusus dari MH LED Mirage. Selain karena terbuat dari emas, KoG terbilang istimewa karena orientasi khusus yang dimilikinya terhadap serangan. KoG sama sekali tak dilengkapi veil (perisai). Ia menggunakan speid (pedang logam) khusus berbentuk katana untuk pertempuran jarak dekat dan untuk jarak jauh, ada buster launcher yang untuk pertama kalinya dalam sejarah terintegrasi dalam sebuah MH tanpa dapat terpisah. Meski terbukti sangat berbahaya bagi musuh-musuhnya, KoG sangat tidak stabil dan seringkali mengalami kerusakan begitu pertempuran berakhir.

Jünchoon

MH putih keperakan rancangan Colus III, pelindung Dinasti Colus. Di awal penciptaannya, Jünchoon sering diliputi masalah karena mesin dari MH Berlin yang dipakainya tak sanggup menyediakan cukup tenaga untuk mencapai performanya yang semestinya. Saat Sopp turun tangan dan mengganti mesin tersebut dengan mesin ezlaser dari LED Mirage milik negerinya sendiri, ia dibuat terkesima saat menyadari bahwa mungkin ia baru saja ikut membuat MH paling mengagumkan sepanjang masa. Dengan veil besar dan tombak Peidoll Spire miliknya, MH yang sangat lincah ini akan terus mengalami modifikasi-modifikasi tambahan sepanjang masa pengoperasiannya hingga tahun 4000-an.

Vatshu, the Black Knight

MH berwarna hitam arang yang diciptakan untuk dioperasikan dengan fatima Est secara eksklusif. Penciptanya adalah Rowmiran Xbin dari planet Kallamity. Ksatria Hitam manapun yang mendapat kehormatan memilikinya menggunakan lambang khas berupa tiga pola mitama melingkar berwarna jingga yang sama dengan warna rok Est. Dengan Est di dalamnya dan dengan statistik performanya yang unik, Vatshu menjadi MH yang seimbang dalam segala kondisi. Namanya mungkin diambil dari nama seorang putri di zaman Farus Die Kannarn yang memelopori hubungan damai antara manusia dan naga di planet Both.

LED Mirage

MH utama yang digunakan para Mirage Knights. Total ada empat puluh satu unit yang dibuat dalam kurun waktu 3000 tahun, tapi konon hanya lima belas unit diperlukan untuk membuat seluruh galaksi bertekuk lutut. Bentuk kepalanya dimodelkan mengikuti bentuk kepala LED Dragon (spesies naga terkuat yang pernah ada). Ada berbagai macam pilihan senjata yang dapat digunakan, mulai dari speid, spadd (pedang sinar), buster rock, val-balah, veil tambahan, hingga pelontar api. Namun senjatanya yang terkuat, laser blade, secara permanen telah terpasang di kepalanya sendiri. Meski pada tahun 2900-an nama LED Mirage masih belum ternama karena faktor kerahasiaan yang menyelubunginya, kabar burung tentang kerusakan yang dapat ditimbulkannya telah tersebar ke setiap penjuru galaksi. Perancangnya? Tentu saja Ladios Sopp.

“Setidaknya itulah yang kupikirkan. Dan kuyakin kelak sejarah akan membuktikan bahwa pandanganku adalah benar.”

Kalau boleh kasar, FSS merupakan manga yang dibuat dengan teramat sangat seenaknya sendiri. Ada kerajaan, kencendrungan-kecendrungan fetish, naga, suku terasing, kehidupan malam, terus… hah, kapal ruang angkasa? Saking banyaknya hal enggak lazim yang ada di dalamnya, ulasan di atas pun masih belum menyinggung bahkan separuh dari apa yang bisa FSS tawarkan.

Ringkasan cerita di atas hanya merangkum apa yang berlangsung dalam buku pertamanya saja, yang sekaligus merupakan satu-satunya penggalan FSS yang pernah dijadikan anime. (Omong-omong, movie anime ini tak terlalu diterima dengan baik di kalangan penggemar. Saat ketahuan bahwa sang produser/sutradara bahkan tak menyadari kalau Sopp dan Amaterasu itu orang yang sama, Nagano-sensei memutuskan bahwa tak perlu ada anime FSS lagi sampai akhir masa.)  Tapi dalam kisah aneh nan panjang ini, anehnya, terkandung banyak sekali nilai tentang makna hidup, persahabatan, serta takdir yang menghubungkan tiap-tiap manusia, yang bisa dirasakan orang biasa manapun asalkan mau berpikir ‘besar’.

Gaya gambarnya lumayan old school, meski sudah menampilkan gaya desain karakter berpostur ramping dan tungkai-tungkai panjang yang mirip dengan apa yang dipopulerkan CLAMP. Tapi karena gaya penceritaannya yang aneh dan melompat-lompat, FSS jelas bukan bacaan yang akan bisa dinikmati oleh semua orang. Tapi bagi yang bisa menikmatinya, membaca FSS jelas merupakan pengalaman tak terlupakan. Seringkali saat kita iseng membaca ulang bab yang pernah kita baca, kita berperluang memahami hal-hal aneh yang terselubung dalam bab itu karena sudah membaca bab lain sesudahnya. Dan hal ini terus berulang, dan Nagano-sensei memiliki kelihaian untuk tak menyisakan loose ends dalam ceritanya. Atau setidaknya, loose ends yang dibuatnya untuk sementara bisa kita bayangkan sendiri(!) penyelesaiannya. Penulis pribadi memerlukan waktu cukup lama, serta beberapa kali membaca ulang, demi bisa mulai mengagumi dan bahkan menikmati apa yang Nagano-sensei coba sampaikan. Dan ada kepuasan aneh yang takkan bisa didapatkan dari karya lain saat kita akhirnya bisa mencerna apa yang disampaikan dalam FSS.

Berbicara soal pengarangnya, Nagano-sensei sendiri yang juga seorang desainer busana dan rocker ini sempat melejit namanya di tahun 1984 sebagai perancang utama mecha dan karakter dalam serial anime Heavy Metal L-Gaim produksi Sunrise, satu lagi hasil penyutradaraan bapak pencipta Gundam, Yoshiyuki Tomino. Desain mecha Nagano-sensei terbilang inovatif karena menampilkan mecha-mecha dengan lapisan-lapisan kulit perisai yang menutupi suatu rangka dalam, alih-alih balok per balok yang menyusun anggota-anggota tubuh. Mecha lain hasil rancangannya yang ternama adalah MS Hyaku Shiki yang dipiloti Char Aznable dalam Zeta Gundam. Gaya desainnya yang khas ia perbarui lagi dalam FSS, lewat rancangan-rancangan mecha MH yang sangat ‘berseni’. Beliau juga merupakan suami seiyuu legendaris Maria Kawamura, yang dalam L-Gaim lagi-lagi berperan sebagai tokoh peri, Lilith Fuau, sekaligus sebagai tokoh perwira wanita yang dari musuh menjadi kawan, Gaw Ha Leccee. Tak dapat dipungkiri bahwa ada banyak sekali elemen L-Gaim yang Nagano-sensei masukkan dalam FSS, tapi soal itu lebih baik tak kita singgung di sini. Sebagian besar hasil karyanya kemudian diterbitkan di bawah bendera perusahannya sendiri, TOYSPRESS, Inc. Versi internasional FSS sendiri dalam bahasa Inggris sudah lama beredar di pasaran. Beliau juga sempat berperan dalam pembuatan serial anime Brain Powerd keluaran Sunrise juga, dan kini konon tengah sibuk menggarap proyek anime terbarunya, GOTHICMADE, yang dikabarkan sudah nyaris rampung. Asalkan beliau tidak kabur dari masalah-masalah yang dibuatnya sendiri lagi…

Tema cerita FSS pada banyak bagian sebenarnya cukup berat, disturbing, dan perlu dicerna baik-baik dengan pikiran terbuka; gaya penceritaannya melompat-lompat dan dengan plot ngejelimet; nudity, serta artwork padat yang sulit dipahami bagi yang belum sabar, karya ini dirasa lebih cocok untuk para pembaca yang sudah dewasa. Meski demikian, perlu diperhatikan bahwa salah satu keunggulan lain FSS adalah kemampuannya menampilkan semua ini tanpa menjadi terkesan vulgar.

(kutipan-kutipan disadur langsung dari berbagai kalimat di sepanjang cerita)

—————————————————————————————————————————————————————————————-

End Note

Sial, aku tahu kalo review di atas terkesan overwhelming dengan banyaknya nama orang dan tempat dan mecha. Tapi seri FSS-nya sendiri juga emang kayak gitu!

Sebagai tambahan, sebenarnya ada satu hal lain yang belum kusebutkan dalam ulasan di atas. Cerita FSS secara garis besar dibagi-bagi ke dalam babak-babak cerita. Biasanya setiap babak berfokus pada suatu masalah tertentu. Hanya saja ceirtanya yang berkembang kerap kali diselingi cerita lain yang masih berhubungan, sehingga kadang kala ada kasus ‘cerita di dalam cerita dan di dalam cerita lagi’. Persis kayak di Hikayat 1001 Malam. Lebih lanjut tentang babak-babak cerita ini mungkin lebih baik kutuliskan lain waktu, bersama pengenalan terhadap tokoh-tokoh lainnya.


About this entry