Tsukihime (bag. akhir)

(bagian awal bisa ditemukan di sini)

Twilight Grass Moon, Fairy Tale Princess

Pada tahun 2001, dua tahun sebelum adaptasi anime-nya keluar, TYPE-MOON telah terlebih dahulu merilis fan disc yang bisa dibilang semacam semi-sekuel dari Tsukihime. Fan disc ini berjudul Kagetsu Tohya dan segera disambut dengan sangat antusias oleh para penggemar.

Dikatakan ‘semi-sekuel’ karena Kagetsu Tohya memang tak dimaksudkan sebagai sekuel ‘murni.’  Di samping cerita utamanya, Kagetsu Tohya juga merupakan kompilasi berbagai cerita pendek, musik, video, artwork, serta CG berkenaan Tsukihime yang merupakan hasil kolaborasi TYPE-MOON bersama para fans. Cerita utamanya sendiri berlatar di musim panas(?) satu tahun sesudah berakhirnya Tsukihime dan lebih condong ke arah komedi.  Tapi status cerita-ceritanya sendiri bisa dibilang canon kok. Menjelang akhir, ceritanya juga menjadi semakin serius . (ya, formatnya masih tetap visual novel)

Ceritanya, Shiki lagi-lagi tertimpa suatu kecelakaan. Lalu sesudahnya, Shiki mendapati dirinya terjebak di dalam suatu mimpi di mana ia terus-menerus mengulangi hari yang sama. Ada banyak sekali percabangan cerita yang akan menentukan apa saja yang dapat Shiki lakukan dalam satu hari ini. Mulai dari yang damai dan menentramkan, sampai ke yang heboh dan berakibat konyol. Biang kerok mimpi ini rupanya adalah Ren, kucing hitam succubus sekaligus familiar Arcueid yang harus Shiki temukan agar mimpi ini berakhir.

Tak ada ungkapan lain yang lebih tepat menggambarkan cerita utama Kagetsu Tohya selain ‘aneh.’

Banyak yang bilang bahwa cerita utama Kagetsu Tohya benar-benar bisa membuat mulut ternganga. Alur pikiran Shiki yang membentuk narasinya sama sekali tak bisa ditebak. Isyarat yang jelas bahwa semua ini mimpi hanya terdapat pada sosok kucing hitam yang secara misterius senantiasa muncul pada saat-saat tertentu. Dari perasaan déjà vu yang timbul itu, barulah Shiki mendapat petunjuk-petunjuk tentang situasi yang ia alami dan apa-apa yang harus ia lakukan selanjutnya.

Kagetsu Tohya memiliki total teks yang mencapai 1500 halaman. Tsukihime dikenal karena memiliki jumlah kata yang gila-gilaan. Tapi ternyata Kagetsu Tohya memiliki jumlah kata yang lebih gila lagi untuk ukuran masanya (terlebih bila mengingat bahwa TYPE-MOON masih bertaraf doujin). Meski pemain sudah pernah menamatkannya sekali, mereka pasti penasaran untuk memainkannya lagi sekedar untuk mencoba rute-rute lain sekaligus membuka CG.

Selain cerita utamanya, isi lain Kagetsu Tohya secara garis besar meliputi:

  • Festival Musim Panas: sebuah fitur di mana pemain sebagai Shiki bisa memilih heroine mana yang akan diajak melihat acara kembang api pada festival musim panas; hasilnya adalah lima segmen cerita yang lumayan manis.
  • Sepuluh Malam Mimpi: koleksi sepuluh cerita pendek yang turut disajikan bersama cerita utama; tiga cerita di antaranya ditulis oleh fans.
  • Pesan Harian: suatu pesan acak yang akan muncul setiap kali game dijalankan, berjumlah total sekitar 250, biasanya sekedar kalimat-kalimat tak penting, meski terkadang muncul juga pesan tentang para Dead Apostle, atau pesan istimewa lain bila game dijalankan pada hari-hari tertentu.
  • Galeri: untuk melihat artwork dan CG yang telah didapat.
  • Video: animasi pembuka offisial dari Tsukihime, yang ada dalam disc tapi bukan di dalam game.

Cerita-cerita ‘menonjol’ yang muncul di Kagetsu Tohya antara lain (argh, aku menuliskan judul-judulnya ngasal; perlu diperhatikan ada beberapa cerita yang statusnya ‘tersembunyi’):

  • Good Luck Ciel-sensei! komedi yang didasarkan pada layar-layar Game Over di Tsukihime, di mana Ciel-sensei dengan putus asa berperan sebagai guru sekolah bagi tokoh-tokoh yang lain.
  • Yoimachi Kanwa: (kurang lebih berarti: ‘melewatkan sore hari yang tenang’) yang bisa dikatakan sebagai akhir cerita sesungguhnya untuk rute Akiha di Tsukihime, di mana Akiha kembali bersekolah di sekolahnya yang lama dan mendapati sebuah misteri yang menyangkut dirinya; nasib terakhir Shiki yang menghilang terungkap di akhir cerita.
  • Crimson Moon: menceritakan semacam adegan mimpi dari sudut pandang Shiki sekaligus Roa, tentang Arcueid yang terungkap sebagai penerus entitas berkekuatan dahsyat bernama Crimson Moon, induk dari para True Ancestor.
  • The Red Demon God: menceritakan saat-saat terakhir ayah kandung Shiki sebelum tewas di tangan salah satu sekutu keluarga Tohno yang bernama Kishima Kouma, pada insiden pembantaian klan pembasmi makhluk supernatural Nanaya, yang digambarkan dalam prolog Tsukihime.
  • Nanako-chan SOS!: komedi tentang Nanako, roh penghuni senjata pamungkas The Seventh Holy Scripture milik Ciel, yang kabur dari majikannya sesudah terus-terusan dijahati dan akhirnya berlindung di rumah Arihiko.
  • Imo-girisou: pelesatan game visual novel misteri Oto-girisou, di mana Akiha, Shiki, Kohaku dan Hisui tersesat di dalam hutan dan menemukan sebuah rumah angker.
  • Flower of Thanatos: intinya, adegan hubungan badan antara Kohaku dan Hisui; aku tak yakin apa cerita ini perlu ditanggapi secara serius atau tidak.
  • Hisui-chan Inversion Impulse!: cerita saat Hisui yang biasanya tenang akhirnya tak tahan lagi dan mulai melampiaskan stres.
  • The Tohno Family Con Game: cerita saat para penghuni kediaman Tohno, sebagai bentuk kenangan atas masa kecil mereka bersama, mengundang semua tokoh untuk bermain kejar-kejaran; secara pribadi merupakan cerita favoritku di dalam game ini.
  • Reimei: (‘fajar’) sebuah kisah sedih tentang  gadis yang bukan hanya tewas sebagai salah satu korban Nrvnqsr Chaos, melainkan juga harus hidup kembali sebagai salah satu bagian tubuhnya.
  • Yoiyumetsuki: (kurang lebih berarti ‘rembulan yang meminum dan bermimpi’) menceritakan adegan mimpi aneh di mana Shiki dikunjungi oleh Shiki satunya (kakak kandung Akiha, sesudah terbebas dari pengaruh Roa), yang mengajaknya berdiskusi tentang masa kecil dan makna hidup mereka; terungkap bahwa sebelum segala tragedi terjadi, keduanya juga bersahabat karib.

Bersama semua ini, terdapat juga preview(?) untuk sekuel yang sesungguhnya, yakni Tsukihime 2(!).

Mengikuti true ending dari rute Arcueid, berlatar di kota kecil bernama Aylesbury, Inggris, inti ceritanya adalah tentang konspirasi sekelompok Dead Apostle untuk menghabisi Arcuied yang tengah tertidur panjang di dalam kastil(?)nya. Tujuan para Dead Apostle ini adalah untuk membangkitkan kembali the dark six, Dead Apostle pertama, yang bila bangkit diyakini dapat mempersatukan seluruh Dead Apostle yang masih ada.

Rencana ini dicetus seorang raja vampir tua bernama Thrvinn Ortenrosse, pelayan pertama sang Crimson Moon. Ortenrosse lalu berusaha menggalang kekuatan di antara Dead Apostle lainnya untuk menjalankan rencananya. Tapi untuk itu Ortenrosse harus berhadapan dengan rivalnya yang terbesar, Altrouge Brunested, Dead Apostle perempuan keturunan langsung True Ancestor yang merupakan satu-satunya orang yang mampu memanggil Millenium Castle selain Arcueid.

Dua tokoh utama yang berada di tengah-tengah konflik adalah lelaki misterius berjulukan Satsujinki (‘pembunuh’) yang berupaya melindungi Arcueid, serta seorang tokoh baru bernama Enhance, seorang Dead Apostle muda. Keduanya pada waktu yang sama memiliki tujuan serupa: menggunakan kesempatan ini untuk menghabisi para Dead Apostle terkuat secara sekaligus.

Menambah rumit situasi, ada intervensi pihak Gereja melalui tim pimpinan Ciel, yang juga bermaksud menghabisi para Dead Apostle. Tapi di antara orang-orang Burial Agency, terdapat bocah lelaki bernama Merm Solomon, yang ternyata seorang Dead Apostle pula. Merm tampaknya juga memiliki kepentingan-kepentingannya sendiri…

Konon durasi Tsukihime 2 akan jauh lebih panjang dari Tsukihime (mencapai sekitar 100 jam) dengan lima heroine baru(?)  Lebih lanjut tentang kedua puluh tujuh Dead Apostle utama serta orang-orang Burial Agency konon juga akan dijelaskan, beserta kemampuan-kemampuan ajaib mereka masing-masing.

Tapi sejujurnya, dengan semua lelucon yang ada, cukup diragukan apakah TYPE-MOON memang benar tengah menggarap Tsukihime 2 secara serius. Walau demikian, sudah ada beberapa cerita pendek yang dibuat berdasarkan konsep ini. Lalu garis besar cerita utamanya sendiri memang menarik. (Cerita-cerita pendek itu malas aku bahas di sini.)

Act Cadenza

Pada tahun 2002an, Watanabe Productions dengan dukungan TYPE-MOON merilis game doujin fighting dua dimensi  Melty Blood, yang bisa dikatakan merupakan sekuel lain dari Tsukihime. Diperankan oleh tokoh-tokoh Tsukihime sendiri, meski tidak berformat visual novel, Melty Blood juga memiliki story mode yang ceritanya tetap ditulis oleh Nasu-sensei. Baru di game ini pula wajah Tohno Shiki untuk pertama kalinya digambarkan secara jelas.

Berbeda dari Tsukihime, game ini juga ‘bersih’ dari unsur-unsur ‘dewasa.’ Alur ceritanya juga tidak se-ngejelimet pendahulunya.

Berlatar di suatu musim panas sesudah Tsukihime berakhir, dikisahkan bahwa keresahan kembali menerpa kota Misaki akibat merebaknya kabar buruk tentang kembalinya pembunuh berantai (yang sebenarnya adalah Roa) dari tahun lalu. Sosok pembunuh ini konon menyerupai Arcueid, yang tahu-tahu saja kini menghilang.

Tohno Shiki secara diam-diam melakukan patroli untuk menyelidiki akar semua kabar burung ini, sekaligus untuk menemukan jejak keberadaan Arcueid. Tapi pada suatu malam, ia berpapasan dengan seorang gadis asing berambut kepang bernama Sion Eltnam Atlasia, yang hendak menangkap Shiki agar bisa mengadakan kontak dengan Arcueid juga.

Sion rupanya adalah seorang alkemis ‘terbuang’ dari Akademi Atlas, yang tengah berusaha menemukan ‘obat’ untuk mengembalikan vampir menjadi manusia normal lagi. Ia dan Shiki akhirnya bekerja sama untuk mengungkap kebenaran di balik segala keanehan yang tengah terjadi.

Dalang dari semua kekacauan berkenaan Arucueid palsu ini adalah musuh lama Sion, salah seorang Dead Apostle bernama TATARI atau Night of Wallachia, yang mewujudkan keberadaannya melalui penyebaran rumor. TATARI memiliki kemampuan ajaib untuk mewujudkan yang ‘ada’ dari yang ‘tiada’ selama ada cukup banyak orang yang mempercayainya (rumor), dan kemampuan mata Shiki menjadi harapan terakhir untuk menaklukkan sesuatu yang pada awalnya tidak ‘nyata.’

Melty Blood yang bertempo cepat memiliki alur permainan yang sangat mirip Guilty Gear. Para pemain dengan timing tepat dapat memblok serangan, melancarkan serangan-serangan kombinasi, dan melepaskan jurus dahsyat begitu Vital Point mereka mencapai angka maksimum. Konsepnya sederhana, tapi eksekusinya brilian untuk sebuah game doujin. Melty Blood menjadi sesuatu yang cukup fenomenal di kalangan penggemar game adu jotos.

Percabangan ceritanya ditentukan oleh hasil akhir tiap ronde pertarungan. Kadangkala ada beberapa bagian di mana kita sebagai pemain memang merasa ‘perlu’ kalah. Tamat sesungguhnya baru bisa didapatkan sesudah beberapa usaha khusus.

Versi-versi barunya keluar secara berkelanjutan selama beberapa tahun, mulai dari Melty Blood Re-ACT, Melty Blood Act Cadenza, dan sebagainya. Bersama tiap versi, cara permainannya terus disempurnakan. Kekuatan masing-masing karakter diseimbangkan, tokoh-tokoh baru ditambahkan, dsb. Di antara para tokoh baru, hadir pula Aozako Aoko, Yumizuka Satsuki. serta yang cukup kontroversial karena kekuatannya yang berlebihan, Arima Miyako, sepupu kecil Shiki yang tidak sudi bila Shiki tinggal di rumah kediaman Tohno.

Daya tarik terbesar seri ini adalah kesempatan untuk menyaksikan kemampuan-kemampuan super para karakter secara langsung. Arcueid dengan cakar-cakarnya mampu menerbangkan lawan-lawannya ke udara. Ciel dengan kecepatan tinggi melontarkan serentetan pedang lontar ramping Black Keys. Shiki dengan kecepatan lebih tinggi lagi memiliki alter ego keren-nya sebagai Nanaya Shiki. Akiha mampu mengakses kekuatan terpendamnya untuk ‘mencuri’ energi kehidupan lawan-lawannya dalam bentuk pilar-pilar energi menyala. Bahkan Kohaku dan Hisui mendapat peran akibat intervensi TATARI: Hisui untuk suatu alasan menjadi ahli tenaga dalam, sedangkan Kohaku menjadi semacam penyihir yang memiliki pedang rahasia tersembunyi dalam sapu.

Sedemikian sederhana dan serunya game ini bahkan membuat akupun yang agak payah memainkan game fighting sempat tergila-gila memainkannya.

Judul Melty Blood sendiri (konon) mengacu pada Arc Drive (jurus pamungkas) milik Arcuied. Kali-kali ada di antara kalian yang penasaran…

The World of the Moon

Kurasa banyak yang masih bisa diceritakan tentang ikon budaya visual modern Jepang ini. Tapi kurasa aku sudah mengetik terlalu banyak.

Meski aku yakin ceritanya takkan cocok untuk semua orang, Tsukihime memberikan kesan yang mendalam bagiku. Sewaktu aku pertama memainkannya, untuk pertama kalinya aku menemukan cerita yang begitu mengingatkanku akan bermacam hal berharga yang telah lama aku lupakan. Lalu bersama dengan penyadaran akan keyakinan-keyakinan lama yang masing-masing pemain bisa temukan kembali itu, kupikir Tsukihime berakhir sebagai sesuatu yang lumayan berarti.

Akiha Route?

Pada pertengahan tahun 2010, rumor beredar bahwa adaptasi anime lain dari Tsukihime akan dibuat. Dibuat oleh studio animasi UFOtable yang dulu juga menangani adaptasi anime Kara no Kyoukai, rute Akiha akan dianimasikan dalam bentuk film layar lebar berdurasi sekitar dua jam.

Akiha merupakan tokoh utama wanita kedua sesudah Arcueid. Rute-nya merupakan rute cerita pertama yang mengisahkan tentang rahasia-rahasia yang disimpan keluarga Tohno. Segala sesuatu soal Roa dan para Dead Apostle tak disebut-sebut dalam rute ini. Tapi Tohno Shiki yang satunya masih tetap akan muncul. Yumizuka Satsuki dalam rute ini juga memegang peranan yang lebih penting.

Yah, kita lihat saja dulu kelanjutannya.

Fuih!

Extra Edit – September 2013 – November 2016

Telah diumumkan bahwa suatu remake dari game Tsukihime tengah dilakukan dengan perombakan terhadap desain karakter dan latar. Konon, rute Yumizuka Satsuki yang sebelumnya tak sempat disertakan juga akan dimasukkan ke dalamnya. Kabarnya bahkan akan ada karakter-karakter baru. Tapi sampai pengeditan ini kubuat, statusnya masih dalam pengembangan.

Sebenarnya juga, setiap sekuel Melty Blood memiliki ceritanya masing-masing. Tapi aku belum terlalu ingin mengulasnya.


About this entry