Evangelion 2.22: You Can (Not) Advance

Berkat intervensi sepupuku, aku berkesempatan menonton edisi DVD dari keluaran film layar lebar kedua dari proyek Rebuild of Evangelion ini. Dua angka dua di belakang titik pada judul Evangelion 2.22: You Can (Not) Advance mengacu pada sedikit perbedaan minor yang dimiliki versi DVD ini dibandingkan versi bioskopnya. sedangkan subjudulnya bisa dibilang mengacu pada adegan konfrontasi antara unit mecha Eva-01 yang dikemudikan sang tokoh utama, Ikari Shinji, melawan unit Eva-03 yang lepas kendali.

Bagi yang belum tahu, film berdurasi dua jam produksi studio animasi Khara dan Gainax ini merupakan kelanjutan langsung dari film layar lebar pertama: Evangelion 1.01: You Are (Not) Alone. Kedua film ini merupakan bagian dari proyek Rebuild of Evangelion, yang merupakan proyek untuk mendaur ulang (remake) anime TV klasik Neon Genesis Evangelion yang sangat terkenal pada paruh akhir 90an. Inti kisahnya adalah tentang perjuangan umat manusia yang digawangi organisasi paramiliter NERV dalam melawan serbuan makhluk-makhluk raksasa misterius yang disebut Angel, dengan mengandalkan unit-unit mecha humanoid Evangelion yang untuk suatu alasan hanya bisa dikemudikan anak-anak remaja.

Film kedua ini cukup banyak dinanti, karena rumor menyebutkan bahwa di film inilah jalan cerita akan dibuat berbeda dari seri TV aslinya.

Perbedaan itu langsung terlihat di adegan pertama, saat sang tokoh baru, gadis berkacamata dengan rambut diikat dua Makinami Mari, mengemudikan Evangelion Unit 05 untuk menghadapi serangan Angel ketiga (!?)di terowongan-terowongan bawah tanah pangkalan NERV di Bethania Bay. Beberapa lama sesudah insiden itu, agen (ganda) NERV Kaji Ryoji berhasil lolos dari tragedi hancurnya pangkalan tersebut dan tiba di Tokyo-3 di mana ia memperlihatkan pada komandan NERV, Ikari Gendou, Kunci Nebucadnezzar yang berhasil ia bawa.

Para penggemar lama Eva, atau setidaknya, mereka yang tahu sedikit tentangnya, akan langsung bisa menemukan elemen-elemen baru yang ada pada film ini.

Apa itu Kunci Nebucadnezzar? Kenapa Angel yang menyerang itu dihitung sebagai yang ketiga? Bagaimana bisa insiden penyerangan Angel itu dianggap sebagai kecelakaan? Meski semua penggemar lama tahu semua ini akan terkait dengan apa yang disebut sebagai Human Instrumentality Project, yang pada dasarnya merupakan konspirasi internasional besar untuk menyatukan jiwa seluruh umat manusia, sudah jelas para produser akan mengambil pendekatan baru dari arah yang belum tertebak.

Karena sebagian besar porsi cerita film banyak dihabiskan untuk memaparkan dunia yang sudah dikacaukan insiden Second Impact, serta ditambah pengembangan karakter untuk tokoh lama yang baru muncul Shikinami Asuka (nama marganya pada proyek ini diubah dari Souryuu) yang mengemudikan Eva-02, sejauh ini tak banyak yang bisa diungkap mengenai Mari sebagai tokoh baru. Mari digambarkan sebagai semacam femme fatale, yang sesudah lolos dari kehancuran Eva-05, berkat bantuan suatu pihak, berhasil menyusup ke Tokyo 3 untuk suatu tujuan tertentu. Rasanya sedikit aneh karena Mari menjadi satu-satunya tokoh sentral yang tidak disorot sisi kejiwaannya. Kontras dengan para pilot lainnya, ia juga tampil sebagai satu-satunya pilot Eva yang tampaknya ‘tahu lebih banyak’ dibandingkan kebanyakan orang. Sayang sekali interaksi antara dia dengan para tokoh utama lainnya masih belum banyak. Jadi mungkin porsi ceritanya baru akan diberikan pada film-film mendatang.

Dunia digambarkan sudah berubah drastis semenjak Second Impact terjadi di Kutub Selatan. Iklim dan ekosistem rusak. Lautan-lautan berubah warna menjadi merah darah(!?). Serta Jepang kini seakan diliputi cuaca musim panas berkepanjangan. Aku tak ingat apakah nuansa ini digambarkan dengan gamblang pada seri TV-nya, jadi terus terang aku sendiri tak yakin bagaimana harus bereaksi terhadap hal ini.

Berkenaan ceritanya sendiri, meski alurnya kurang lebih sama, ada banyak sekali detil yang diubah. Asuka diceritakan akhirnya tinggal serumah bersama Shinji dan walinya, Katsuragi Misato, dan segera menuai kehebohan dengan berbagai tingkahnya yang menuntut perhatian. Tapi ia digambarkan lebih mudah menerima kehadiran Shinji dan kawan-kawannya, sehingga rasanya agak sayang karena porsi tampilnya tidak lebih banyak sebab konflik-konflik yang melibatkan dirinya pasti akan menarik. Ayanami Rei, gadis pendiam yang menjadi pilot Eva-00, perlahan mulai menghangat dengan apa yang dirasakannya terhadap Shinji. Mengikuti senyuman yang diperlihatkannya pada akhir film pertama, terlihat jelas bahwa Rei merupakan salah satu karakter yang paling banyak berubah pada film ini. Tanda-tanda tentang keberadaan organisasi misterius SEELE yang mengatur Nerv mulai terkuak, namun struktur kerja dan pelaksanaan rencana mereka terkesan sedikit berbeda. Hubungan Shinji dengan ayahnya, Gendou, pun secara agak mengejutkan digambarkan telah mencapai suatu titik saling pengertian, sampai suatu insiden naas di pertengahan film kemudian terjadi…

Singkat kata, film ini benar-benar bisa dibilang memaparkan cerita baru. Cerita baru yang hanya mirip cerita aslinya, tapi sama sekali tidak sama. Yang paling menonjol dari semua ini adalah berkurangnya kadar psychobabble, alias pembicaraan-pembicaraan bertema psikologis yang sulit dimengerti, ke tingkat yang membuat penonton dengan mudah memahami garis besar arah perkembangan cerita. Mereka-mereka yang tahu sekacau apa cerita seri TV-nya akan langsung ngerti betapa besarnya arti perubahan ini! Bahkan Shinji pun tidak lagi digambarkan selemah dan semenyedihkan sebelumnya, sehingga film ini jelas-jelas tidak sedepresif versi-versinya yang terdahulu. Meski demikian, nuansa suramnya yang penuh ketidakpastian masih tetap dipertahankan secara efektif. Yah, aku agak kecewa karena nuansa melankolis yang mewarnai seri TV-nya cukup absen dari film ini, karena fokus lebihnya terhadap intrik yang terjadi. Tapi perubahan ini masih bisa aku terima. Ada beberapa adegan yang penempatannya agak… bikin kita merasa aneh, tapi kurasa lebih baik aku tak bicara banyak soal itu dulu.

Para penggemar yang malas memikirkan soal sisi konspiratifnya yang rumit masih akan mendapat kepuasan dengan bertambahnya kadar fanservice. Adegan-adegan kebuasan ketiga (tambah dua) Eva masih diperlihatkan dengan porsi yang proporsional (meski aku agak menyayangkan berkurangnya sisi teknisnya). Para penggemar cewek juga masih bisa menyaksikan kemunculan kembali si cowok cantik Nagisa Kaworu, yang pada film ini mulai menjalankan peranannya yang entah apa dari luar angkasa(!?) dengan Evangelion Unit 06 yang teramat misterius (buatan SEELE?).

Aku tahu tak semua orang suka Evangelion. Tapi bahkan hanya sebagai referensi sekalipun, dengan kualitas presentasinya yang nyaris sempurna, film ini benar-benar layak ditonton.  Aku tak jamin orang-orang akan menyukainya sih. Aku juga belum dapat kabar kapan film berikutnya muncul (konon film ini lama sekali munculnya karena para staf terlalu sibuk mengerjakan versi kompilasi layar lebar Tengen Toppa Gurren Lagann).  Tapi film ini jelas terlalu menarik untuk dilewatkan.

Eh? Pendapatku soal perkembangan cerita yang mungkin terjadi? Aku punya perasaan aneh kalau seri film ini takkan sepenuhnya ‘meniadakan’ tamat seri aslinya. Aku takkan kaget bila ada teori dunia paralel yang tiba-tiba muncul…

Apa? Pendapat singkatku soal Makinami Mari? Yah, yang pasti sebagai cewek dia lumayan oke.


About this entry