SEED Astray (sisa)

Alasan pertama, belakangan aku sibuk. Alasan kedua, aku malas kalau harus mengulasnya satu per satu, ditambah lagi sebenernya enggak banyak detil penting yang bisa diungkap. Alasan ketiga, mungkin, adalah karena aku udah muak nginget segala sesuatu yang berhubungan dengan Gundam SEED.

Jadi karena ketiga alasan di atas, sisa cerita Astray sekarang kubahas secara sekaligus saja.

Gundam SEED C.E. 73 Stargazer

Meski secara teknis bukan bagian dari seri Astray, tiga episode berdurasi di bawah sepuluh menit ini mengetengahkan salah satu side story paling bagus dalam dunia Gundam SEED. Secara padat dan ringkas bercerita tentang upaya salah satu unit Phantom Pain untuk menduduki stasiun ruang angkasa DSSD, di mana di sana tengah diuji suatu MS untuk penjelajahan ruang angkasa dengan teknologi baru voiture lumiere: Stargazer.

Tokoh utamanya adalah Sven Cal Payang, seorang pemuda baik-baik yang sesudah keluarganya tewas dibantai dalam suatu insiden terorisme, dicuci otaknya bersama sejumlah anak lain oleh pihak Aliansi untuk dijadikan mesin pembunuh (Extended). Mecha yang ditonjolkan dalam seri ini adalah suatu variasi Strike Gundam yang disebut Strike Noir, yang dibuat oleh Actaeon Industries. Tokoh yang menjadi lawan mainnya adalah peneliti wanita DSSD bernama Selene McGriff.

Meski berakhir dengan agak tiba-tiba, unsur realisme yang kental membuat tiga episode ONA ini menonjol. Di samping itu, mungkin juga ini satu-satunya cerita Gundam SEED yang sama sekali bersih dari nuansa ‘banci.’

Gundam SEED C.E. 73 Delta Astray

Kelanjutan langsung dari Destiny Astray, sekaligus penjabaran lebih lanjut dari apa yang ditampilkan dalam ONA Stargazer. Berformat cetak, mengisahkan tentang perjalanan sang calon pemimpin koloni Mars, Ergnes Brahe, dan teman-temannya dari kapal Acidalium ke Bumi untuk suatu tujuan yang misterius. Di tengah berkecamuknya perang antara Aliansi dan PLANT sesudah insiden Junius 7, mereka kemudian menjadi buruan suatu kelompok tertentu dari Aliansi yang bermaksud mengincar rahasia-rahasia mereka. Perlu dicatat bahwa asal mula sesungguhnya dari Destiny Plan yang dicetuskan Gilbert Dulindall sedikit disinggung dalam seri ini.

Mecha utamanya adalah Delta Astray hasil gubahan Lowe Guele sewaktu ia berkunjung ke Mars, yang sesudah rusak digantikan oleh upgrade-nya, Turn Delta Astray. Nuansa mecha-mecha yang ditampilkan di sini agaknya merupakan kombinasi dari desain mecha-mecha ‘padat’ dari V Gundam dengan desain mecha-mecha ‘aneh’ dari Turn A. (jadi, kualitas akhirnya sebagai suatu seri MSV lumayan bisa dipertanyakan…)

Setona Winters, gadis misterius yang muncul tiba-tiba di Destiny Astray, juga dijelaskan adalah kakak kandung Ergnes yang kini berusia lebih muda akibat perawatan kriogenik yang ia terima sewaktu diutus dari Mars untuk meninjau keadaan.

Terlepas dari semuanya, seri ini menjadi cerita stand alone yang lumayan solid.

Gundam SEED Frame Astrays

Masih di tahun C.E. 73, dalam bentuk media cetak, berlatar di lebatnya hutan-hutan blok Asia, mengisahkan tentang perjuangan kelompok serdadu bayaran Serpent Tail dalam membantu Aliansi dalam melawan serbuan ZAFT sekaligus intervensi dari para gerilyawan lokal. Tapi ketidakpastian timbul saat Leons Graves, komandan baru yang telah disiapkan oleh ZAFT, ternyata adalah seorang Natural…

Mecha utama yang ditonjolkan adalah variasi baru Blue Frame milik Gai Murakumo, yakni Blue Frame Third, serta unit Astray keempat(?!) yang selama ini hilang, Astray Green Frame yang dikemudikan pemuda gerilyawan Trojan Noiret (yang merupakan murid dari Barry Ho). Seri ini memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan seri-seri Astray lain karena nuansanya yang lebih militeralistik.

Gundam SEED Vs Astray

Seri Astray terkini (pada waktu artikel ini ditulis) yang sekaligus mungkin merupakan seri Astray dengan jalinan cerita paling enggak jelas dan desain MSV paling enggak lazim (baca: jelek) yang pernah ada. Berlatar pada paruh akhir peperangan di Gundam SEED Destiny, suatu kelompok misterius bernama Librarian Works secara tiba-tiba melakukan ‘penyerangan’ terhadap masing-masing pihak yang pernah berhubungan dengan unit-unit Astray. Bukan hanya menggunakan mecha-mecha yang lebih ‘sangar,’ melainkan juga dengan menggunakan pilot-pilot ‘tak disangka’ yang sebagian di antaranya merupakan orang-orang yang semestinya sudah mati (i. e. Kaite Madigan, Prayer Reverie, Un No, dan Rondo Ghina Sahaku…)

Di samping variasi paling up-to-date dari mecha-mecha milik para tokoh utama (seperti Blue Frame Second Revise milik Gai), diperkenalkan juga unit Astray ‘asli’ terakhir (dalam artian, bukan hasil gubahan orisinil Lowe yang didasarkan pada bentuk Red Frame miliknya) yang ternyata selama ini jatuh ke tangan Librarian Works: Astray Mirage Frame.

Untuk Vs Astray, sejauh ini hanya ada dua kata yang bisa aku ungkapkan: no comment. Tapi siapa tahu ke depannya ceritanya akan jadi lebih baik.


About this entry