Ergo Proxy – Centzon Hitchers and Undertaker

Agak di luar dugaan, belum lama ini Level Comics menerbitkan edisi Indonesia dari versi manga Ergo Proxy yang seri televisinya kuulas tempo hari. Sebagai suatu bentuk cerita sampingan (gaiden), manga Ergo Proxy mengisahkan tentang sebuah ‘cerita dalam cerita’ yang berlatar waktu selama Vincent terbaring pingsan sesudah ia dan Pino melarikan diri dari Romdeau (‘romdo’).

Ceritanya, selama Vincent tak sadarkan diri itu, Pino menemukan sebuah buku cerita menarik di rak rumah kepala desa tempat si Vincent dirawat. Manga ini menuturkan rangkaian cerita yang dikisahkan dalam buku yang ditemukannya ini (karena itu subjudulnya: ‘Centzon Hitchers and Undertaker’ yang merupakan judul dari buku cerita yang Pino baca).

Anehnya, untuk sebuah buku cerita, cerita dalam buku cerita ini memiliki latar yang lumayan up-to-date dengan kenyataan di mana seri anime Ergo Proxy berlangsung. Dunia-nya masih dunia masa depan yang keras dan kasar, autoreiv masih banyak berkeliaran, dan anehnya… virus Cogito yang memberikan jiwa bagi android-android ini juga sudah menyebar. Meski secara argumentatif, untuk suatu alasan, dunia yang dikisahkan dalam buku cerita ini tampaknya dihuni oleh lebih banyak orang dibandingkan di seri TV-nya.

Apa kau jatuh cinta padaku?

Ceritanya sendiri berpusar pada Dorothy of Girl Land (nama… macem apa ini?), seorang autoreiv berwujud juru rawat yang telah terkena virus Cogito (sehingga kini memiliki ‘jiwa’), dan kawan-kawannya yang mengembara mencari bintang di atas kapal Centzon yang dimilikinya.

Dorothy, yang telah banyak menyaksikan kematian selama ‘masa tugasnya,’ pernah diberitahu oleh pemiliknya bahwa jiwa manusia yang mati akan kemudian berubah menjadi bintang di angkasa raya. Karena itu, saat bertemu Leon, seorang astronom muda yang terobsesi memburu bintang via pemantauan sinyal-sinyal elektromagnetik (langit dunia ini telah telalu dipenuhi kabut dan asap sehingga bintang-bintang secara normal sudah enggak bisa terlihat lagi), Dorothy terkesima dengan ceritanya dan memutuskan untuk ikut serta dengannya dalam perjalanan memburu bintang.

Um, masalahnya, si Leon ini seorang lelaki egois yang rada-rada antisosial. Dan satu-satunya alasan ia bersedia menumpang di kapal Dorothy adalah karena kendaraannya sendiri yang sebelumnya ia bawa kini hancur lebur (…). Jadi di bagian-bagian awal cerita, Leon sempat beberapa kali berpikiran untuk mencuri kapal Centzon. Tapi menyaksikan kebaikan hati Dorothy yang hobi menguburkan segala hal mati yang ditemuinya (baik itu mesin ataupun makhluk hidup, sehingga Dorothy kerapkali disangka malaikat maut gara-gara pembawaannya), sifat dingin Leon mulai luluh juga dan akhirnya mereka mulai bisa berteman. (dan dengan demikian pula, alasan kenapa cerita ini dikasi judul ‘Centzon Hitchers and Undertaker’)

Di samping menawarkan nuansa dan tema yang tak jauh beda dari anime-nya (karena ditulis oleh tim penulis skenario yang sama), hal lain yang patut dicatat dari manga ini adalah kapal Centzon yang Dorothy dan kawan-kawan gunakan tampaknya sejenis atau bahkan sama persis dengan kapal Rabbit yang nantinya Vincent dan kawan-kawannya sendiri nanti pakai. Sebuah kebetulan belaka? Atau mungkinkah ada suatu alasan lain di baliknya?

Bacakan lagi terusannya, ya

Ilustrasi yang membentuk manga ini sendiri sangatlah datar dan sederhana (saat ini cuma bisa kubandingin dengan gaya gambar di manga Gundam X: Under the Moonlight) yang sangat jauh bila dibandingkan animasi ‘wah’ yang diperlihatkan seri TV-nya. Tapi sudah cukup untuk menuturkan ceritanya kok.

Jadi, yah, kurasa manga ini emang lebih diperuntukkan bagi para penggemar anime-nya, meski para pembaca yang belum tahu apa-apa juga bisa lumayan menikmatinya.

Pendapatku sendiri? Yah, meski ceritanya sama sekali enggak sedalem cerita di anime-nya, kurasa aku lumayan suka. It’s pretty interesting, I guess…


About this entry