Macross Frontier

Entah mengapa, aku sedikit malas mengulas ini. Aku menikmatinya, cuma ada sesuatu tentang seri ini yang membuatku enggan mengingatnya sesudah mengikutinya sampai akhir.

Seperti halnya Gundam Seed, Macross Frontier (atau Macross F) merupakan seri Macross yang ditujukan bagi generasi baru. Seri baru ini dibuat cukup lama sesudah waralaba ini vakum. Seri Macross terakhir sebelum Macross Frontier adalah seri OVA Macross Zero yang keluar pada tahun 2002 dan berakhir dengan cara agak aneh, serta lebih dinikmati oleh kalangan terbatas. Tapi untuk seri TV, yang terakhir sebelum ini adalah Macross 7, yang cukup menarik perhatian untuk waktu lama semenjak pertama keluar tahun 1994.

Macross Frontier sendiri pertama keluar dalam format seri TV pada pertengahan tahun 2008. Jumlah episodenya sebanyak 25. Beberapa waktu kemudian, seri ini diceritakan ulang dalam bentuk dua film layar lebar (dalam cerita alternatif yang agak berbeda dari versi seri TV), masing-masing pada tahun 2009 (dengan subjudul Itsuwari no Utahime) dan 2011 (dengan subjudul Sayonara no Tsubasa, yang sekaligus menuntaskan isu cinta segitiga di dalamnya). (Aku sempat bahas kedua film layar lebarnya secara terpisah. Satu di sini dan satu lagi di sini.)

Buat yang belum tahu, seri Macross merupakan waralaba anime mecha lawas yang menonjol pada dekade 1980an seperti halnya Gundam. Di samping mecha-mecha humanoid yang dapat berubah bentuk jadi pesawat, ciri khas utama seri ini ada pada adegan pentas musik serta jalinan cinta segitiga yang (hampir) selalu ada di dalamnya.

Pencetus asli waralaba Macross adalah desainer mecha Kawamori Shoji yang pertama mendesain konsep pesawat dan robotnya, dengan konsep seri pertama yang dibuat oleh Studio Nue.

Kawamori-san juga yang kali ini menjadi sutradara sekaligus pencetus cerita dari Macross Frontier, dengan dibantu oleh Kikuchi Yasuhito dan Yoshino Hiroyuki.

Produksi animasi kali ini dibuat studio Satelight, yang menjadi studio utama yang menangani waralaba ini semenjak produksi OVA Macross Zero di tahun 2002.

Macross Frontier dibuat untuk menyambut ulang tahun ke-25 dari waralaba ini. Di dalamnya, mereka membungkus kembali berbagai elemen dari seri-seri Macross lama (alien, pesawat Valkyrie yang bisa berubah ke bentuk humanoid, cinta segitiga, penyanyi-penyanti pop) dalam suatu kemasan baru dengan kualitas animasi yang benar-benar mencolok.

Meski termasuk anime mecha, aku sebenarnya bukan penggemar seri-seri Macross. Aku sangat terkesan oleh seri Macross yang paling pertama. Tapi perasaanku terhadap seri-seri berikutnya agak campur aduk. Tapi sewaktu pertama melihat Macross Frontier, kesan pertamaku: Wow, ini benaran menarik. Singkatnya begitu.

(Tulisan ini kuedit ulang di Februari dan Maret 2016, untuk menyambut seri baru Macross Delta yang akan keluar April nanti. Uh, sori untuk kualitas tulisan yang lama.)

Sebelum Konser

Ceritanya berlatar di kapal induk Macross Frontier (aku menuliskannya dalam format miring karena memang itu nama kapalnya), sekian belas tahun sesudah armada-armada kapal raksasa sejenis mereka meninggalkan planet Bumi demi menjelajahi angkasa raya. Mereka mencari tempat-tempat hunian baru melalui teknologi perpindahan dimensi ruang yang disebut ‘fold’ yang umat manusia telah berhasil kembangkan dari teknologi asing Protoculture yang ditemukan dari kapal induk Macross yang paling pertama.

(Latar belakang kepergian umat manusia diceritakan dalam seri Macross paling pertama, The Super Dimension Fortress Macross. Singkat ceritanya adalah untuk menyebar benih-benih spesies manusia sesudah mereka nyaris ‘punah’ dalam peperangan melawan ras alien Zentradi.)

Tokoh utama kali ini adalah Alto Saotome, remaja lelaki ‘cantik’ yang memberontak terhadap tradisi seni kabuki yang ditekankan oleh ayahnya dengan bersekolah di jurusan penerbangan. Pada awal cerita, Alto depresi karena langit buatan di dalam kapal yang diterbanginya memiliki luas yang amat terbatas. Sehingga meski sudah meninggalkan rumah, Alto tetap merasa ‘terkekang’ karena belum menemukan kebebasan yang dicarinya.

Sampai suatu waktu, penyanyi pop terkenal Sheryl Nome dari kapal induk Macross Galaxy berkunjung ke Frontier untuk mengadakan konser. Alto dan dua kawan dekatnya, si playboy Mikhail Blanc dan Luca Angelloni yang mungil namun cerdas, mendapat pekerjaan sebagai penerbang latar dalam penampilannya nanti.

Sebagai murid-murid jurusan penerbangan, Alto dan kawan-kawannya akan terbang saat konser ala penari, melakukan segala macam manuver dengan menggunakan perangkat EX-Gear yang dapat dipasangkan pada badan, yang sekaligus dapat menjadi antarmuka pengendali saat hendak memiloti pesawat.

Menjelang pelaksanaan konser, di halaman belakang gedung pertunjukan yang berbatasan dengan hutan, Alto secara kebetulan menolong Ranka Lee, seorang gadis manis yang sangat mengidolakan Sheryl. Terinspirasi oleh Sheryl, (dan sangat seperti kasus Lin Minmei dari seri Macross pertama) Ranka diam-diam juga memiliki cita-cita untuk menjadi penyanyi. Ia juga meminta Alto untuk mengunjungi restoran masakan Cina Nyan-Nyan tempat Ranka bekerja agar ia bisa membalas kebaikannya nanti.

Civilian Military Provider

Meski pertemuan pertama antara Alto dan Sheryl kurang mulus karena sifat mereka yang bertentangan, konser Sheryl berhasil terlaksana dengan sukses. Namun konser terpaksa dihentikan akibat serangan tiba-tiba dari ras alien misterius yang disebut Vajra.

Vajra adalah makhluk-makhluk serupa serangga raksasa yang bisa tiba-tiba saja muncul lewat perantara lubang dimensi fold. Mereka terbukti menjadi lebih dari sekedar tandingan pesawat-pesawat Valkyrie NUNS (New United Nations) yang menjadi basis pertahanan Frontier. Para Vajra yang seakan liar ini memiliki ‘sesuatu’ yang mampu mendistorsi dimensi ruang, yang menjadikan senjata-senjata konvensional pasukan NUNS menjadi tak mempan terhadap mereka.

Dalam keadaan genting, sepasukan pesawat Valkyrie misterius yang terpisah dari NUNS tiba-tiba saja muncul dan membalikkan keadaan. Belakangan diketahui kalau pasukan ini berasal dari perusahaan militer swasta SMS (Strategic Military Services) yang dimiliki pengusaha Zentradi ternama Richard Bilrer. Pesawat-pesawat ini lebih canggih dan tampak jelas dikemudikan oleh orang-orang yang lebih ahli.

Alto, tercengang akibat kemunculan Vajra dan pasukan SMS, kini terjebak dalam aksi tembak-menembak karena berusaha menolong Ranka yang terpisah dari kerumunan penonton lain. Salah satu pesawat variabel Valkyrie VF-25 Messiah yang dikemudikan Henry Gilliam dari SMS kemudian menyadari keberadaan mereka dan mencoba ikut menolong.

Tapi upaya berani Gilliam untuk meloloskan Alto dan Ranka berakhir tragis saat salah satu Vajra tiba-tiba menyergap Gilliam ketika keluar kokpit.

Terdesak dan nekad, Alto akhirnya mengambil alih kemudi pesawat Messiah milik Gilliam dengan menggunakan EX-Gear yang masih dikenakannya. Lalu secara mengejutkan, ia berhasil membawa pesawat itu melarikan diri dari kejaran Vajra sambil membawa Ranka.

Keadaan darurat diterapkan di Frontier sesudah serangan mereda. Vajra ditetapkan sebagai ancaman yang dapat menyerang sewaktu-waktu dan keadaan siaga diberlakukan sampai informasi tentang mereka berhasil dikumpulkan.

Alto dimarahi karena sudah membawa lari sebuah Valkyrie secara seenaknya, terutama mengingat statusnya sebagai seorang warga sipil. Namun Alto balik menuntut untuk bisa bergabung bersama SMS. Alasannya agar bisa melindungi Frontier, meski sebenarnya ia masih punya sejumlah alasan pribadinya yang lain.

Secara mengejutkan, Alto mendapati bahwa kedua sahabatnya, Mikhail dan Luca, ternyata semenjak awal juga adalah anggota SMS. Mikhail berperan sebagai penembak jitu dari jarak jauh, sementara Luca adalah ahli radar dan pemantauan. Di samping itu, pemimpin Skull Squadron andalan SMS, yang telah membalikkan keadaan melawan Vajra tersebut, ternyata tak lain adalah Ozma Lee, kakak angkat Ranka, yang selama ini merahasiakan profesinya yang sesungguhnya dari sang adik.

Bersama perubahan situasi ini, Alto terseret ke dalam pusaran kebimbangan saat secara perlahan mulai menjalin hubungan mendalam dengan Sheryl dan Ranka, dua orang gadis yang menjadi sepasang sayap yang membawanya terbang tinggi.

Siapa yang Akan Kau Cium?

Macross Frontier secara garis besar bercerita tentang kehidupan orang-orang di kapal Frontier selama mereka mempertahankan diri dari ancaman Vajra. Untuk anime berdurasi 25 episode, ada banyak tokoh dan jalinan hubungan yang diperkenalkan.

Di samping bersekolah, Alto harus bekerja keras agar bisa diterima sebagai anggota SMS yang pantas menggantikan Gilliam. Akibat pertemuan langsungnya dengan Sheryl, Ranka bertekad untuk secara serius memulai karirnya sebagai penyanyi. Ia berjumpa dengan Elmo Kridanik, manajer sekaligus presiden dari agensi kecil Vector Productions, yang melihat bakat terpendam Ranka yang dengan penuh tekad ingin ia poles. Sheryl sendiri, yang kini terpaksa harus tinggal di Frontier sesudah putusnya kontak Frontier dengan Galaxy akibat serangan Vajra, berusaha menemukan kembali makna hidupnya lewat pertemuannya dengan Alto dan Ranka.

Ozma Lee, kakak laki-laki Ranka yang keras, ternyata pernah menjalin hubungan dengan Catherine Glass, putri presiden NUNS Howard Glass. Namun Catherine statusnya saat ini bertunangan dengan Leon Mishima, bawahan Howard, yang dalam perkembangan cerita mulai menyadari keterkaitan antara kemunculan Vajra dan kehadiran Ranka di konser Sheryl.

Clan Clang, teman masa kecil Mikhail dan sesama pegawai SMS, adalah Zentradi yang memiliki kelainan genetik langka yang membuatnya bersosok anak-anak dalam wujudnya yang telah di-micronized, meski dirinya bersosok dewasa dalam wujud raksasanya yang normal. Karenanya, ia memiliki hubungan pertemanan yang unik dengan Mikhail, dan Alto sedikit banyak menjadi saksi mereka.

Grace O’Connor, manajer Sheryl yang berkemampuan, menyembunyikan sesuatu tentang dirinya yang kerap membuat Sheryl kesal.

Lalu ada Brera Sterne, pilot misterius dari Galaxy yang datang bersama pesawat Valkyrie yang tak kalah misteriusnya, yang kerap muncul tiba-tiba di hadapan Alto dan Ranka.

Seiring dengan berkembangnya masing-masing tokoh, secara perlahan tapi pasti teka-teki tentang asal-usul Vajra dan alasan penyerangan berkala mereka atas Frontier semakin terkuak. Ada suatu rencana terselubung yang benar-benar besar di balik kedatangan Sheryl ke Frontier. Semuanya ternyata terhubung dengan sebuah eksperimen gagal di masa lalu, serta suatu persekongkolan rahasia demi menguasai alam semesta…

What About My Star?

Sebagai bentuk peringatan atas ulang tahun ke-25 waralaba Macross,  ada lumayan banyak referensi terhadap seri-seri Macross terdahulu yang bisa ditemukan buat mereka yang jeli.

Ranka, Clang, dan banyak tokoh lainnya misalnya, dikisahkan sama-sama memiliki darah ras manusia raksasa Zentradi yang kini telah berdamai dengan manusia Bumi. Ranka sendiri punya seperempat darah Zentradi, yang membuatnya punya kemampuan untuk bertahan agak lama di ruang hampa udara, serta dalam kondisi-kondisi tertentu mampu mengendalikan arah pergerakan rambutnya.

Ada sejumlah adegan yang Alto lakukan yang sangat mirip adegan-adegan di seri-seri Macross terdahulu. Penyelamatan Alto terhadap Ranka serupa dengan penyelamatan  Hikaru Ichijyo atas Minmei pada seri Macross pertama. Lalu kendali Valkyrie jarak jauh yang Alto lakukan menjelang penghujung cerita juga mirip dengan yang Isamu Dyson lakukan di Macross Plus.

Lagu-lagu dari grup musik ‘lawas’ Fire Bomber dari seri Macross 7 ditampilkan sebagai lagu-lagu favorit Ozma. Ada ‘adegan nanas’ yang mirip dengan yang ada di Macross pertama. Bahkan ada satu episode yang secara khusus merangkum apa-apa yang terjadi dalam Macross Zero, dengan menampilkannya sebagai suatu proses syuting film layar lebar.

Meski tak mulus di beberapa bagian, dan jelas ada keterbatasan durasi dalam penyampaian cerita, drama kehidupan, cinta, dan komedi, yang sekaligus diwarnai aksi pertempuran mecha seru antara alien dengan pesawat-pesawat yang bisa berubah bentuk, mewarnai keseluruhan seri ini. Ceritanya juga ditutup dengan salah satu adegan pertempuran terakhir paling ‘menggelegar’ yang pernah aku lihat. Adegan pertempuran terakhir di Macross Frontier menurutku bahkan lebih memuaskan daripada adegan pertempuran akhir di Gundam 00. Melihatnya, terus terang aku terkejut sendiri dengan kualitas akhir seri ini.

Membahas soal teknis, Macross Frontier memiliki kualitas aspek presentasi yang luar biasa. Visualnya termasuk salah satu yang paling bagus untuk masanya, dengan warna-warna terang nan tajam dan pergerakan animasi yang halus dan lancar. Ada satu adegan sederhana ketika Ranka memanjati sebatang pohon tumbang yang takkan kulupakan karena saking mulus eksekusinya.

Musiknya ditangani oleh Kanno Yoko, yang kemampuan aransemennya tak perlu diragukan lagi. Beberapa lagu tema Macross Frontier yang dibuat khusus oleh beliau bertahan cukup lama di posisi-posisi atas tangga lagu Oricon Chart selama serial ini ditayangkan. May’n, penyanyi yang waktu itu masih relatif belum dikenal dan menjadi pengisi suara nyanyian Sheryl, mendapat sorotan teramat besar melalui seri ini berkat kualitas vokalnya. Lagu penutup “Diamond Crevase” yang dibawakannya memberi nuansa yang benar-benar khas untuk Macross Frontier. Lagu pembuka seri ini, “Triangular”, juga benar-benar mencolok. Vokalnya dibawakan salah satu seiyuu favoritku, Sakamoto Maaya, yang juga sempat menyumbang suaranya untuk peran Ranshe Mai, mendiang ibu Ranka.

Macross Frontier sekaligus menandai debut seiyuu Nakajima Megumi sesudah audisi terbuka yang terbilang ketat. Selain menyanyi, suara renyahnya juga menghidupkan karakter Ranka. Peran ini kalau tak salah juga melibatkannya dalam pengembangan salah satu edisi Vocaloid. (Kalau tak salah, Gumi?)

Sedikit bicara soal mecha, pesawat-pesawat Valkyrie di seri ini masih menampilkan manuver-manuver adu kelincahan berkecepatan tinggi. Meski lebih mencolok di drama, adegan-adegan aksi di Macross Frontier terbilang keren.

Agak susah menjelaskannya, berhubung aku agak awam di soal teknologinya. Tapi pesawat-pesawat Valkyrie di Macross Frontier dilengkapi peralatan-peralatan tambahan yang membuatnya berkesan lebih ‘berat’ dibandingkan seri-serinya yang telah lalu. ‘Berat’ tapi lebih ‘cepat’ di waktu yang sama.

Pastinya, adegan-adegan Itano Circus (kejaran-kejaran pesawat di antara tembakan misil berjumlah banyak) yang mempopulerkan seri ini masih tetap ada.

Sori. Karena aku juga kurang mendalaminya, aku enggak bisa komentar lebih banyak.

Selain kapal Macross Frontier yang dilengkapi kota hunian dan sebagainya (serta dapat memisah dengan kapal induknya sendiri, Battle Frontier), kapal induk utama di seri ini sebenarnya adalah Macross Quarter milik SMS yang dikomandoi oleh Jeffrey Wilder. Seiring bertambah rumitnya perpolitikan di Frontier, mereka juga berperan penting dalam resolusi konflik melawan para tokoh antagonisnya (yang bakal spoiler besar kalau kuungkap siapa identitasnya).

Sebenarnya, ada banyak aspek sains fiksi dari seri ini yang benar-benar keren. Selain seperti Ex-Gear yang kusinggung di atas dan… um, bagaimana Macross Quarter masih dilengkapi meriam besar dan dapat berubah ke bentuk humanoid (walau mungkin berukuran lebih kecil dari kapal induk Macross di seri-seri sebelumnya?), penggambaran kehidupan di Frontier terbilang menarik. Ponsel yang para karakter gunakan memiliki semacam bentuk organik. Lalu desain interior, tata kota, dan sebagainya, secara visual benar-benar menarik untuk dilihat.

Macross Frontier juga menampilkan semacam revolusi dalam penggambaran adegan-adegan konser, yang kini banyak dihiasi CG untuk menampilkan efek-efek holografis. Ini sebenarnya paling kelihatan di dua film layar lebarnya sih. Tapi bahkan di seri TV-nya pun, adegan-adegan konsernya buatku memukau. Aku sebenarnya tak terlalu menggemari seri-seri bergenre idol, tapi bahkan aku pun lumayan terkesan dengan kualitasnya.

Tentu saja, seperti tradisi Macross, nyanyian Sheryl dan Ranka berperan penting dalam penyelesaian konflik melawan Vajra. Tapi lebih banyak soal itu lebih baik kalian lihat sendiri.

Untuk kekurangannya, ada sejumlah subplot yang penyelesaiannya agak seadanya. Beberapa pertanyaan sayangnya kurang terjawab; seperti soal identitas sesungguhnya Richard Bilrer (diimplikasikan bahwa keterkaitannya dengan jaringan fold semata-mata untuk menemukan jejak Minmei, yang pada penghujung kisah Macross pertama, dikisahkan hilang bersama Hikaru, Misa Hayase, dan awak-awak lain di armada kapal induk Megaroad), bagaimana teknologi Valkyrie tercanggih jatuhnya ke pihak swasta SMS dan bukannya militer NUNS (lagi, karena intervensi Bilrer?), serta kejelasan lebih soal hubungan Sheryl dengan kakak beradik Sara dan Mao Nome yang menjadi dua tokoh utama di Macross Zero. Tapi cara penuturannya yang pas justru memperkaya warna-warni seri ini. Jadi sejujurnya, aku pribadi tak terlalu merasa ada keluhan.

Mungkin perkembangan karakternya bisa dibuat lebih mulus. Tapi dengan jumlah episode yang tak sebanyak seri Macross pertama maupun Macross 7, kurasa hal tersebut bisa dimaklumi.

Dua film layar lebar Macross Frontier merupakan penceritaan ulang dari seri TV-nya. Tapi sekali lagi, keduanya bukan film kompilasi. Keduanya memaparkan cerita yang sama sekali baru. Jadi walau ada dua movie itu, seri TV-nya tetap punya daya tariknya tersendiri. Kayak gimana hasilnya ntar tentu perlu kita liat nanti.

Akhir kata, mungkin masih jauh dari sempurna. Tapi kalau kau tertarik pada waralaba Macross, Macross Frontier merupakan seri yang pas untuk mulai mengenalnya. Dramanya lumayan pelik, dan jumlah tokohnya yang banyak mungkin membuatnya agak susah diikuti. Di samping itu, ada beberapa hal yang mungkin membuatmu tak nyaman (seperti fanservice-nya misalnya). Tapi ceritanya terbilang mengesankan, dan itu cukup memuaskan untuk beberapa orang.

Penilaian

Konsep: A; Visual: S; Audio: S; Perkembangan: B; Eksekusi: B; Kepuasan Akhir: A


About this entry