Higurashi no Naku Koro ni Kai

Higurashi no Naku Koro ni Kai, atau yang juga dikenal sebagai When They Cry: Kai, diproduksi pada paruh akhir 2007 dari Studio DEEN dengan jumlah episode sebanyak 24. Seri ini merupakan kelanjutan dari anime Higurashi no Naku Koro ni yang muncul sebelumnya, dan bisa dibilang merupakan season keduanya yang diadaptasi dari game berjudul sama.

Seperti yang judulnya indikasikan (yang kira-kira berarti ‘saat para tonggeret memekikkan penyelesaian’), seri ini menawarkan ‘jawaban’ atas rangkaian misteri pembunuhan sadis yang terjadi di desa Hinamizawa pada pertengahan tahun 1983. Seri ini masih diadaptasi dari sound novel berjudul sama dari 07th Expansion yang sempat laku keras di Jepang dulu, dan season ini merupakan paruh kedua ceritanya.

Apa benar letupan gas vulkanis beracun yang membantai habis semua orang itu terjadi? Apa benar itu merupakan bentuk kutukan dari dia yang disebut-sebut sebagai Oyashiro-sama? Siapa sebenarnya pelaku pembunuhan yang terjadi setiap tahun menjelang Festival Watanagashi? Benarkah ini semua masih berkaitan dengan konflik pembangunan bendungan yang terjadi bertahun-tahun lalu? Semua pertanyaan itu terungkap jawabannya beserta pembeberan atas kelanjutan nasib tokoh-tokohnya.

Ada kejutan-kejutan besar yang ditampilkan. Terutama terkait ‘sifat’ sesungguhnya dari kejadian-kejadian yang lalu. Lalu ini melibatkan adanya suatu pihak misterius yang memang ‘mencelakakan’ para penduduk desa dengan sejumlah kaitan pada penelitian sebuah penyakit yang berakhir tak terungkap.

Perkembangan terbesar yang Higurashi Kai punyai adalah diperkenalkannya tokoh Hanyuu, sosok gaib(!) yang dikisahkan selama ini telah menemani Furude Rika dalam menjalani semuanya. Furude Rika menjadi karakter sentral di seri ini, yang secara mengejutkan dipaparkan mengetahui jauh lebih banyak dibandingkan para karakter lain. Namun demikian, Rika tetap berada dalam tanda tanya terkait siapa pelaku yang sesungguhnya, sekalipun dirinya sudah berkali-kali berada di ambang keputusasaannya.

Keberadaan Hanyuu semata yang mungkin saja menjadi kunci bagi Rika dan kawan-kawannya untuk bisa lepas dari takdir buruk yang mereka jalani.

“Hauu~~~! “

Seperti pendahulunya, Higurashi Kai juga terdiri atas beberapa bab. dengan satu bab tambahan khusus di anime ini untuk melengkapi beberapa plot detil yang tak sempat masuk dalam season anime terdahulu. Bab-bab di season ini meliputi:

  • Meakashi-hen (‘Bab Pembuka Mata’), yang membeberkan lebih banyak tentang masa lalu Sonozaki Shion.
  • Tsumihoroboshi-hen (‘Bab Penebusan Dosa’), yang berfokus pada Ryuugu Rena dan mengungkap bahwa dirinya pun melalui sesuatu yang serupa dengan yang Maebara Keiichi alami.
  • Yakusamashi-hen (‘Bab Menjelang Bencana’), bab tambahan untuk anime, yang di dalamnya Houjou Satoko mulai memperhatikan perilaku-perilaku aneh Rika. Rahasia Rika disadari Satoko menjelang wafatnya ia di rumah sakit.
  • Minagoroshi-hen (‘Bab Pembantaian’), yang berfokus pada Rika, yang di dalamnya, jawaban dari sebagian besar misteri akhirnya terbeberkan. Pelakunya adalah Takano Miyo.
  • Matsuribayashi-hen (‘Bab Pengiring Festival’), yang mengisahkan bagaimana Rika dan kawan-kawannya menyatukan kepingan-kepingan teka-teki dan melakukan perjuangan terakhir untuk bisa melewati Juni 1983.

Secara garis besar, karena bahkan sebelum pertengahan seri ini sebagian teka-teki telah terindikasi jawabannya, Higurashi Kai sayangnya tidak menimbulkan rasa penasaran sebesar dulu. Ada kesan seperti kita dibawa-bawa ke sejumlah bagian cerita yang tak benar-benar terlihat signifikasinya, walau mungkin memang ada makna tersembunyi yang luput kita sadari. Aspek supernaturalnya kurang benar-benar terjelaskan. Mungkin ada sesuatu tentang arahan yang dilakukan Kon Satoshi, ada beberapa hal terkait pengaturan temponya yang juga agak aneh.

Meski demikian, dari segi konsepnya sendiri, terasa bagaimana Higurashi Kai punya daya tarik yang kuat. Rasanya berkesan bagaimana para tokohnya bersatu demi mengatasi masalah mereka bersama. Ada pesan soal bagaimana ikatan persahabatan dan keteguhan yang tak tergoyahkan bisa memutarbalikkan roda nasib.

Buatku tak sebagus season pertamanya karena sebagian besar faktor suspens dan psikologisnya hilang, digantikan oleh sejumlah aspek supernatural yang mungkin agak membingungkan. Tapi Higurashi Kai tetap merupakan tontonan wajib bagi mereka yang telah menonton seri pertamanya.

Penilaian

Konsep: A+; Visual: A-; Audio: A; Perkembangan: A; Eksekusi: B+; Kepuasan Akhir: A


About this entry