Chaos;Head (end)

Chaos;Head ternyata berakhir lebih menarik dari yang semula kuduga.

Enggak sebagus itu… Tapi lumayan.

Aku Nishijou Takumi…

Sebelumnya, mari kita kaji kembali para tersangka…

  • Nishijou Takumi: cowok, murid SMA, semi-hikkikomori, hobi berkhayal, menyedihkan, amat lemah, belakangan dihantui paranoia aneh yang sepertinya berhubungan dengan kasus-kasus pembunuhan misterius NGE di sekitarnya.
  • Sakihata Rimi: cewek, murid SMA, misterius, riang, tiba-tiba saja muncul dalam kehidupan sekolah Takumi dan mengaku sudah berteman lama dengannya.
  • Aoi Sena: cewek, murid SMA, gaya berandalan, sering terlihat di jalanan Shibuya dengan sebilah pedang besar yang entah mengapa hanya bisa dilihat oleh Takumi.
  • Kusunoki Yua: cewek, murid SMA, elegan tapi agak menakutkan, awalnya menguntiti Takumi karena mencurigainya sebagai pelaku pembunuhan-pembunuhan NGE.
  • Orihara Kozue: alias Kozu-pii, cewek, periang, ceroboh, tapi bisu dan berkomunikasi melalui telepati, murid baru di kelas Takumi yang ternyata juga punya pedang besar transparan.
  • Kishimoto Ayase: alias FES, vokalis perempuan band Phantasm, menulis lirik-lirik lagu yang seolah telah ‘meramalkan’ kejadian-kejadian MGE yang tengah terjadi
  • Nishijou Nanami: adik Takumi, murid SMA, periang dan sangat perhatian terhadap kakaknya
  • Grim: teman chatting Takumi yang pertama memberitahukan soal kejadian-kejadian NGE padanya.
  • Shogun: sosok misterius yang tiba-tiba muncul secara online dan mengirimkan weblink yang secara drastis mengubah hidup Takumi.

Kita sekarang adalah trio gigalomaniac!

Paranoia yang Takumi derita diawali oleh sering diucapkannya frasa ‘Mata milik siapakah itu?’ oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Suatu kalimat yang entah mengapa nampak berkaitan sekali dengan NGE. Nah ini, ternyata berhubungan dengan traumanya di masa lampau, yang menjadi landasan bagi hobi berkhayalnya, serta latar belakang mengapa ia sampai tumbuh menjadi orang yang semi-hikkikomori.

Mengesampingkan semua omong kosong ilmiah, Sena kemudian mengungkapkan pada Takumi bahwa dirinya merupakan seorang gigalomaniac; orang-orang yang berkemampuan untuk memutarbalikkan kenyataan melalui delusi-delusi yang mereka alami (?!). Sena karena suatu alasan pribadi ternyata tengah mencari petunjuk tentang rencana rahasia suatu perusahaan iptek bernama Nozomi yang hendak menjadikan para gigalomaniac sebagai objek penelitian, demi terciptanya sebuah  ‘senjata yang sempurna’. Upaya membangun senjata yang sempurna di Shibuya inilah yang ternyata menjadi biang kerok semua kejadian aneh yang belakangan terjadi.

Sena, Takumi, dan Kozu-pii sepakat menyerbu kantor Nozomi demi menghancurkan Noah II, mesin yang menjadi sumber tenaga bagi gigalomaniac artifisial ini. Senjata ini ternyata merupakan buah konspirasi antara Nozomi,  aliran kepercayaan Kuil Cahaya Suci, dan partai politik apaa gitu yang sedang berkuasa di pemerintahan saat itu.

Tapi, langkah mereka bertiga tertahan oleh kemunculan Norose Genichi, pemimpin perusahaan Nozomi sendiri, seorang gigalomaniac pula yang menyatakan dirinya sebagai salah satu dalang dari semua ini. Di-sword yang dimilikinya menjadi tandingan seimbang bagi Sena dan Kozu-pii sekaligus, dan mereka bertiga pasti akan tewas kalau bukan karena kemunculan Ayase yang tepat pada waktunya.

Ayase yang semula putus asa dan mencoba bunuh diri tumbuh kembali harapannya saat mengetahui ada orang-orang lain yang berjuang bersamanya. Ternyata lagu-lagu yang dinyanyikannya sebagai FES dimaksudkan untuk menemukan orang-orang yang sama-sama memahami tentang apa sesungguhnya yang tengah terjadi.

Kusunoki Yua, yang sudah menyerah dalam penyelidikannya terhadap Takumi, kemudian membagi apa yang diketahuinya pada detektif Ban Yasuji dan Momose Katsuko. Ternyata, Yua sendiri memiliki alasan pribadi untuk mencari kebenaran di balik kejadian-kejadian NGE. Namun, Suwa Mamoru, asisten Ban, tiba-tiba saja mengubungi dan mengindikasikan bahwa mereka semua berada dalam bahaya…

Sementara itu, Takumi yang sudah semakin melemah keteguhannya, akhirnya menuntut Rimi agar membeberkan semua yang gadis itu sembunyikan darinya. Pada saat yang sama itulah mereka mendapat kabar bahwa Nanami yang belakangan ini tak terlihat mungkin saja telah diculik sebagai sampel gigalomaniac yang terakhir…

Sebelum Takumi sempat melakukan apa-apa tentangnya, gempa besar yang menandai sempurnanya Noah II tiba-tiba saja terjadi…

You’re always super special… that’s why you are here with me…

Meski rangkaian plotnya mungkin akan terdengar seperti ide cerita B-movie murahan, entah mengapa seri ini masih tetap menarik seiring banyaknya teka-teki yang perlahan-lahan terkuak. Kau enggak bisa berharap banyak dari adegan-adegan aksi maupun perkembangan karakternya. Tapi seenggaknya, kau masih cukup bisa menikmati perkembangan ceritanya.

Seri ini merupakan adaptasi dari game visual novel berjudul sama yang dibuat oleh… uh, Nitroplus, ya? Lalu seri anime-nya sendiri dibuat oleh Madhouse. Perlu dicatat bahwa berbagai unsur yang ‘ekspilisit’ telah di-tone down. Adegan-adegan gore yang menjadi fokus awal dari cerita ini bahkan tak banyak ditunjukkan. Sangat berbeda bila dibandingkan dengan nuansa Higurashi no Naku Koro Ni yang semula kuharapkan. Plotnya sendiri juga mungkin diceritakan jauh lebih baik di dalam game-nya dibandingkan dalam seri anime-nya.

Meski demikian, kalau kau tahan sama desain karakter dan temanya, seri ini masih lumayan menarik kok.

Satu hal yang cukup menyentuhku adalah tentang betapa Takumi yang begitu rendah diri akhirnya bangkit setelah sekian lama didukung oleh cewek-cewek yang ada di sekitarnya. Enggak. Bukannya adegannya mengesankan ato apa. Ide ceritanya juga emang seperti ide cerita harem murahan. Tapi bagiku yang tahu rasanya terpuruk dalam waktu lama kayak begitu, hal tersebut menimbulkan daya tarik tersendiri.

Omong-omong…

(parapelakuutamaadalahsiSuwasertapacarnya,sisusteryangmenjadiidentitasasli‘Grim’untukmotifyangradagamasukakal)

Penilaian

Konsep: C+. Eksekusi: B. Visual: B+. Audio: B+. Perkembangan: A. Desain: C-.

Kepuasan Akhir: B++


About this entry