Bamboo Blade

Apa ada di antara kalian yang memiliki fetish terhadap cewek-cewek ber-hakama? Jika ada, besar kemungkinan tontonan yang satu ini memang cocok untuk Anda. Terlepas dari itu, tontonan ini sangatlah bagus sekalipun intinya tak ada hubungannya dengan kenyataan apakah tokoh-tokoh cewek yang tampil dalam anime ini mengenakan hakama atau tidak.

Mimpi menjadi seorang pembela kebenaran…

Kawazoe Tamaki, alias Tama-chan bagi sahabat kecilnya, Yuji, dan teman-teman dekatnya, adalah seorang anak perempuan kelas satu SMA yang mendalami olahraga Kendo. Alasannya bukan hanya karena rumahnya merangkap sebagai dojo bagi masyarakat di sekitarnya. Namun juga karena Kendo merupakan salah satu bentuk penyaluran atas kesukaannya terhadap serial tokusatsu favoritnya, Blade Braver.

Suatu hari, guru pembimbing klub ekskul Kendo di sekolahnya, Kojiro, sesudah melihat keahliannya secara langsung, berusaha dengan segala cara merekrut Tama ke dalam klubnya. Belakangan Tama mengetahui bahwa Kojiro telah bertaruh dengan salah seorang sempai-nya untuk mengadu anggota-anggota perempuan di klub Kendo masing-masing. Tama saat itu masih belum menyadari bahwa ini akan menjadi awal perkembangan dirinya bukan hanya sebagai Kendo-ka, melainkan juga sebagai seorang manusia.

dan kenyataan.

Bamboo Blade, dari segala sudut pandang, adalah sebuah tontonan drama anime yang teramat ringan. Tapi jangan tertipu dengan desain-desain karakternya yang imut. Serial ini serius menghadirkan salah satu cerita drama paling berbobot yang pernah aku lihat. Maksudku, ada nilai dan pesan yang disampaikan di balik unsur-unsur komedinya yang tak berlebih. Dan penyampaiannya dilakukan secara bagus, gitu.

Inti ceritanya berpusat pada klub Kendo beranggotakan lima orang cewek dan dua orang cowok yang diikuti Tama ini, sekaligus guru pembimbingnya yang enggak begitu bisa diandalkan, serta masalah-masalah yang mereka hadapi. Jadi enggak, ini bukan serial olahraga yang hanya berfokus pada Kendo doang. Meski pada saat-saat serial ini emang membahas tentang Kendo, pembahasannya dilakukan secara benar-benar baik.

Kayak gimana ya ngebandinginnya? Maksudku, salah satu hal baik tentang serial ini adalah ceritanya enggak menggambarkan Kendo secara berlebihan gitu. Semuanya betul-betul ditampilkan secara wajar dan nyata. Agak serupa dengan kayak gimana olahraga basket ditampilkan dalam Slam Dunk. Lalu penggambaran ini dilakukan secara konsisten sehingga ceritanya benar-benar enak untuk diikuti. (Aku mengatakan ini berdasarkan pengalamanku berlatih Kendo di kampus dulu.)

Masa depan dunia anime kini berada di tangan generasi muda!”

Animasinya menggunakan warna-warna cerah yang… uh, mungkin pada beberapa segi agak kerasa kekanak-kanakan. Musiknya juga sama sekali enggak menonjol. Bahkan terasa dibuat seadanya, meski sama sekali bukan berarti jelek. Tapi walau begitu, ini malah semakin memperdalam kesan ringan yang serial ini miliki, sehingga anehnya, kita justru enggak bosen-bosen melihatnya.

Lalu daya tarik utama yang serial ini miliki, sebenarnya terletak pada kemanisan tokoh-tokoh utamanya. Terutama Tama-chan yang pendiam dan pemalu pada saat biasa, namun luar biasa beringas saat memakai bogu dan memegang shinai. Mereka sebagai sebuah klub mengalami hal-hal yang… benar-benar bisa dikatakan menarik, tanpa pernah terlepas dari semangat kepahlawanan yang diperlihatkan Blade Braver. Bahkan ada satu episode tertentu yang nampaknya didedikasikan secara khusus untuk Goro Taniguchi (sutradara serial-serial anime bermutu seperti Planetes, Code Geass) yang ide tentangnya saja sudah membuatku ngakak. Intinya, kalau kamu alergi sama drama-drama olahraga seperti Slam Dunk atau Eyeshield 21, jangan takut mengikuti serial ini.

Penilaian

Konsep: B. Eksekusi: S. Visual: B(?). Audio: B+. Perkembangan: A. Desain: A.

Kepuasan Akhir: A

Komentar: Ini adalah serial animas kedua yang diangkat dari komik Square-Enix yang benar-benar saya hargai. (Yang pertama adalah Fullmetal Alchemist)

Kosa Kata

fetish : rasa kesukaan berlebih terhadap suatu hal yang tak bisa dijabarkan secara sehat

hakama : celana panjang menggelembung dan berlipat yang tampak seperti rok.

anime : animasi Jepang

dojo : sebutan untuk tempat latihan bela diri Jepang

tokusatsu : sebutan untuk tontonan penuh efek khusus dari Jepang

sempai : senior, rekan yang mendalami suatu bidang mendahului kita, kakak kelas

bogu : perangkat pelindung dalam Kendo

shinai : pedang bambu yang digunakan dalam Kendo


About this entry